Roma (prapanca.id) – Pemerintah Italia secara tegas menolak wacana keikutsertaan tim nasional mereka di Piala Dunia FIFA 2026 sebagai pengganti Iran. Sikap ini disampaikan menyusul munculnya usulan dari pihak Amerika Serikat terkait dinamika geopolitik yang berkembang.
Baik Menteri Olahraga Italia maupun otoritas olahraga nasional sepakat bahwa Gli Azzurri tidak layak tampil jika tidak melalui jalur kualifikasi resmi.
Usulan AS dan Sikap FIFA
Gagasan tersebut pertama kali diungkap oleh Paolo Zampolli, utusan Presiden Amerika Serikat. Dalam pertemuan bilateral, ia mengusulkan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, dengan alasan memperbaiki hubungan diplomatik di tengah ketegangan Timur Tengah.
Amerika Serikat sebagai tuan rumah turnamen disebut mendorong FIFA untuk mempertimbangkan pencoretan Iran. Namun, badan sepak bola dunia tersebut menegaskan tidak ada rencana untuk mengubah daftar peserta yang telah lolos secara resmi.
Italia Tegas Tolak “Tiket Gratis”
Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi dan Presiden Komite Olimpiade Italia (KONI) Luciano Buonfiglio menyatakan sikap serupa. Keduanya menilai partisipasi di Piala Dunia harus ditentukan berdasarkan prestasi di lapangan, bukan keputusan politik.
Italia sendiri gagal lolos ke putaran final setelah tersingkir dalam babak playoff oleh Bosnia & Herzegovina melalui adu penalti. Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Gli Azzurri yang absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Buonfiglio menilai keikutsertaan tanpa perjuangan kompetitif justru akan merusak integritas tim nasional. Sementara Abodi menegaskan bahwa prinsip sportivitas harus dijaga, di mana tiket ke Piala Dunia hanya layak diperoleh melalui hasil pertandingan.
Integritas Sepak Bola Jadi Prioritas
Penolakan Italia mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai fair play dalam sepak bola internasional. Di tengah tekanan geopolitik, keputusan ini mempertegas bahwa kompetisi olahraga tetap harus berdiri di atas prinsip meritokrasi.
Dengan posisi Timnas Italia yang belum memenuhi syarat kualifikasi, peluang tampil di Piala Dunia 2026 praktis tertutup—terlepas dari dinamika politik global yang berkembang. (anz)

