Surabaya (prapanca.id) – Tantangan pengelolaan sampah plastik kemasan, khususnya jenis multilayer yang sulit didaur ulang dan minim nilai ekonomi, mendorong lahirnya inovasi dari mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Tiga mahasiswa lintas jurusan menghadirkan solusi bernama Netra, sebuah reuse jar yang dapat digunakan hingga 50 kali sebagai alternatif kemasan sekali pakai.
Tim yang terdiri dari Ridhwan Fadly Saputra (FST 2022), Farrelindra Nadhif Islami (FTMM 2024), dan Muhammad Dafi Aritama (FST 2024) berhasil meraih 4th Place Winner dalam ajang GreenGeneration: Sustainable Case Competition yang diselenggarakan oleh Nestle Indonesia. Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 3.600 tim dari berbagai negara.
Ridhwan, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa Netra tidak berdiri sebagai produk tunggal, melainkan bagian dari ekosistem terintegrasi. Inovasi tersebut dilengkapi sistem refill machine yang bekerja sama dengan outlet mitra, serta kode QR pada setiap wadah untuk memantau siklus penggunaan dari produsen hingga konsumen.
“Persoalan sampah plastik tidak cukup diselesaikan dengan inovasi material saja. Dibutuhkan sistem yang menghubungkan produsen, konsumen, dan pengelola sampah dalam satu arsitektur yang terintegrasi,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, pendekatan ekosistem menjadi kunci transisi menuju kemasan berkelanjutan. Dengan sistem monitoring berbasis QR code, setiap wadah dapat dilacak frekuensi penggunaannya sehingga mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Sebagai satu-satunya tim perwakilan UNAIR yang menembus 20 besar dan melaju ke babak final, mereka menghadapi tantangan dalam merumuskan solusi komprehensif dalam waktu terbatas. Strategi kolaborasi lintas jurusan menjadi kekuatan utama tim dalam membagi peran berdasarkan kompetensi masing-masing.
Farrelindra menambahkan, latar belakang keilmuan yang berbeda justru memperkaya perspektif tim dalam menyusun model bisnis, analisis teknis, hingga proyeksi keberlanjutan program.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui inovasi berbasis riset dan kolaborasi multidisipliner. Selain menjadi capaian akademik, Netra diharapkan dapat menjadi inspirasi solusi konkret dalam mengurangi timbunan sampah plastik kemasan di Indonesia.
Tim UNAIR berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama dengan sektor industri maupun pemerintah, sehingga solusi yang dirancang tidak berhenti di tingkat kompetisi, tetapi benar-benar diterapkan secara luas dalam ekosistem pengelolaan sampah nasional. (tas)

