Surabaya (prapanca.id) – Sebanyak 61.500 warga Kota Surabaya mengikuti kerja bakti massal dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 bertema “Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI”. Kegiatan dipusatkan di Pantai Batu-Batu, Taman Suroboyo, Kenjeran, dan digelar serentak di 243 titik pada 31 kecamatan.
Di lokasi utama, sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari Forkopimda, Pusdal Kementerian Lingkungan Hidup, TNI-Polri, dan warga Kecamatan Bulak turun langsung membersihkan kawasan pesisir. Sementara itu, 60.000 warga lainnya melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto terkait penguatan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Ia mendorong pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga dan terintegrasi dengan program Kampung Pancasila.
Eri juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya (DLH) menyusun aturan tegas mengenai jenis sampah yang boleh diangkut saat kerja bakti. Pasalnya, masih ditemukan warga yang memanfaatkan momentum tersebut untuk membuang furnitur bekas.
Sebagai langkah penegakan hukum, Pemkot akan memperkuat koordinasi dengan Pengadilan Negeri guna memberikan sanksi tegas bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan, termasuk dari kendaraan atau ke sungai.
Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menambahkan bahwa pihaknya juga membudayakan “kurve pagi” di lingkungan perkantoran sebagai bentuk konsistensi kebersihan. Seluruh sampah hasil kerja bakti akan ditimbang sebelum dikirim ke TPA Benowo guna memantau efektivitas pengurangan volume sampah.
Pemkot berharap momentum HPSN 2026 menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (tas)

