Surabaya (prapanca.id) — Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan konsep baru dalam perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 dengan menonjolkan pengalaman wisata malam. Dua agenda unggulan, yakni Festival Rujak Uleg: Rujak-Phoria dan Surabaya Vaganza: Festival of Lights, resmi masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN), yang menjadi indikator peningkatan kualitas event pariwisata kota.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menilai masuknya dua agenda tersebut ke dalam KEN merupakan pengakuan atas potensi Surabaya sebagai destinasi berbasis event. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya tarik kota di tingkat nasional.
Dalam pelaksanaannya, kedua event dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 dengan konsep yang telah disesuaikan. Festival Rujak Uleg akan digelar di Surabaya Expo Center, sementara Surabaya Vaganza akan menempuh rute ikonik kota, mulai dari Jalan Pahlawan hingga kawasan Balai Kota dan Balai Pemuda.
Perubahan signifikan terlihat pada pendekatan waktu penyelenggaraan. Seluruh rangkaian kegiatan akan difokuskan pada malam hari. Strategi ini dinilai lebih adaptif terhadap preferensi wisatawan urban yang menginginkan pengalaman rekreasi yang nyaman sekaligus berbeda dari aktivitas siang hari.
Selain faktor kenyamanan, konsep wisata malam juga memiliki implikasi ekonomi yang lebih luas. Aktivitas wisata yang berlangsung hingga malam hari berpotensi memperpanjang durasi kunjungan wisatawan, sehingga meningkatkan konsumsi di sektor kuliner, transportasi, hingga perhotelan.
Dari sisi atraksi, Surabaya Vaganza akan menjadi magnet utama dengan konsep visual berbasis cahaya dan instalasi artistik. Perpaduan elemen lampu dan dekorasi bunga dirancang untuk menciptakan pengalaman imersif yang menarik bagi pengunjung, sekaligus memperkuat identitas estetika kota.
Sementara itu, Festival Rujak Uleg tetap mempertahankan kekuatan pada aspek budaya dan kuliner lokal. Event ini tidak hanya menjadi ajang promosi makanan khas, tetapi juga sarana pelestarian tradisi yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Untuk mendukung optimalisasi kunjungan wisata, Pemkot Surabaya juga menggandeng pelaku industri pariwisata. Kolaborasi dengan agen perjalanan dan hotel diwujudkan dalam bentuk paket bundling yang mencakup akomodasi sekaligus akses ke event. Skema ini dinilai efektif dalam meningkatkan minat wisatawan domestik maupun luar daerah.
Secara strategis, integrasi event dengan sektor perhotelan dan perjalanan merupakan pendekatan yang selaras dengan tren pariwisata modern. Wisatawan tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang terkurasi secara menyeluruh.
Dari perspektif branding, HJKS ke-733 diarahkan menjadi momentum untuk memperkuat citra Surabaya sebagai kota kreatif yang mampu menggabungkan budaya, inovasi, dan ekonomi dalam satu ekosistem pariwisata.
Dengan dukungan program KEN dan inovasi konsep wisata malam, Surabaya optimistis mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat. Pendekatan ini juga mencerminkan transformasi kota menuju destinasi yang lebih adaptif terhadap dinamika industri pariwisata nasional. (tas)

