Surabaya (prapanca.id) – Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai momentum untuk memperkuat peran strategis konsumen dalam pembangunan ekonomi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa konsumen yang cerdas dan terlindungi menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem ekonomi yang transparan dan berkeadilan.
Dalam kegiatan Harkonas 2026 yang mengusung tema “Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Emas”, Khofifah menekankan bahwa posisi konsumen tidak lagi sekadar sebagai pengguna akhir, tetapi sebagai aktor yang mampu memengaruhi arah pasar dan perilaku pelaku usaha.
Menurutnya, konsumen yang memiliki kesadaran tinggi terhadap hak dan kewajiban akan mendorong terciptanya ekosistem perdagangan yang sehat. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas produk dan layanan, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Tren Positif Keberdayaan Konsumen
Khofifah mengungkapkan bahwa tingkat keberdayaan konsumen di Jawa Timur menunjukkan perkembangan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut tercermin dari peningkatan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) yang terus mengalami kenaikan signifikan.
Data menunjukkan, IKK Jawa Timur berada pada angka 55,40 pada 2022, kemudian meningkat menjadi 59,17 di 2023. Tren positif berlanjut pada 2024 dengan angka 62,68, hingga mencapai 66,34 pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam mengambil keputusan konsumsi secara bijak.
Peran Strategis di Era Digital
Dalam konteks transformasi digital, Khofifah menilai bahwa tantangan perlindungan konsumen semakin kompleks. Masyarakat kini dihadapkan pada beragam pilihan produk dan layanan digital yang membutuhkan tingkat literasi yang memadai.
Ia menekankan pentingnya edukasi konsumen agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bersikap kritis dalam menilai kualitas dan keamanan produk. Literasi digital dinilai menjadi kunci untuk meminimalisir risiko, seperti penipuan atau penyalahgunaan data.
Konsumen Kuat, Ekonomi Makin Kompetitif
Khofifah juga mengaitkan penguatan konsumen dengan posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Dalam peran tersebut, Jawa Timur tidak hanya menjadi pusat distribusi, tetapi juga harus didukung oleh masyarakat yang adaptif terhadap perubahan dan mampu mendorong praktik usaha yang bertanggung jawab.
Menurutnya, konsumen yang kuat akan menciptakan tekanan positif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas, inovasi, serta transparansi dalam menjalankan bisnis.
Sinergi Jadi Kunci
Keberhasilan peningkatan perlindungan konsumen, lanjut Khofifah, tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi elemen penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Selain itu, penguatan regulasi, peningkatan edukasi, dan pengawasan berkelanjutan dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap aktivitas ekonomi.
Momentum Refleksi dan Aksi
Peringatan Harkonas 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi titik refleksi bersama mengenai pentingnya peran konsumen dalam pembangunan nasional.
Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan keberdayaan sebagai konsumen, sehingga mampu berkontribusi dalam menciptakan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Dengan konsumen yang semakin cerdas dan terlindungi, Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang maju di masa depan. (tas)

