Surabaya (prapanca.id) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar, membuat pengguna mobil diesel perlu lebih cermat dalam mengelola konsumsi bahan bakar. Efisiensi tidak hanya ditentukan oleh kondisi mesin, tetapi juga kebiasaan pengemudi sehari-hari.
Pengamat otomotif, Bebin Djuana, menegaskan bahwa perawatan kendaraan menjadi faktor utama dalam menjaga konsumsi BBM tetap irit. Menurutnya, pemilik kendaraan sebaiknya disiplin mengikuti jadwal servis yang telah ditentukan pabrikan.
Ia menjelaskan, pemilik mobil dapat merujuk buku servis untuk mengetahui komponen apa saja yang perlu diperiksa atau diganti sesuai jarak tempuh kendaraan. Dengan perawatan yang tepat, performa mesin tetap optimal dan konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Selain mesin, faktor teknis lain seperti tekanan angin ban juga memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi BBM. Bebin mengingatkan agar tekanan ban selalu disesuaikan dengan standar pabrikan.
Penggunaan ban atau velg di luar spesifikasi juga dinilai berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Selain membuat kendaraan lebih boros, kondisi tersebut juga dapat menurunkan kemampuan pengereman.
Tak kalah penting, gaya mengemudi menjadi faktor yang sering diabaikan. Berkendara secara agresif, seperti sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak, dapat membuat konsumsi BBM meningkat drastis.
Sebaliknya, gaya berkendara yang halus dan stabil dinilai lebih efisien serta mampu menghemat penggunaan bahan bakar dalam jangka panjang.
Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) telah menyesuaikan harga BBM non-subsidi sejak 4 Mei 2026. Kenaikan terjadi pada beberapa jenis BBM, termasuk solar.
Di wilayah Jabodetabek, harga Dexlite naik menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600. Sementara Pertamina Dex juga mengalami kenaikan menjadi Rp27.900 per liter dari Rp23.900 per liter. Adapun Pertamax Turbo (RON 98) kini dibanderol Rp19.900 per liter.
Dengan kondisi harga BBM yang terus berubah, efisiensi penggunaan bahan bakar menjadi hal krusial bagi pengguna kendaraan diesel. Kombinasi antara perawatan rutin, penggunaan komponen sesuai standar, serta gaya berkendara yang bijak menjadi kunci utama menjaga konsumsi tetap hemat.
Langkah sederhana tersebut tidak hanya membantu mengurangi pengeluaran, tetapi juga menjaga performa kendaraan tetap optimal dalam jangka panjang. (ant)

