Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama keluarga mengunjungi Gresik Universal Science (GUS), sebuah pusat literasi digital berbasis edukatif religius, Minggu (4/1/2026). Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong penguatan budaya literasi berbasis teknologi yang selaras dengan nilai-nilai religius.
Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah dan rombongan menjelajahi area GUS yang dirancang dengan peta interaktif dan terbagi ke dalam empat zona utama, yakni zona alam, religi, sejarah, dan rekreasi. Konsep tersebut menghadirkan pengalaman literasi yang sistematis, edukatif, dan mudah dipahami oleh seluruh kalangan.
Di lantai pertama, pengunjung disuguhkan zona sejarah yang menampilkan perjalanan panjang Kabupaten Gresik melalui visual digital modern. Narasi sejarah, kekayaan kuliner lokal, hingga peta kebudayaan disajikan secara informatif dan interaktif.
Eksplorasi berlanjut ke lantai dua yang menampilkan teknologi digital secara lebih intensif. Zona Budaya Lokal dikemas dalam format immersive room yang memadukan visual dan audio, menghadirkan pengalaman belajar yang imersif. Sejarah Islam di Gresik disajikan berdampingan dengan kesenian khas Damar Kurung dalam ruang reflektif bercermin yang artistik.
Gubernur Khofifah mengapresiasi gagasan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menghadirkan pusat literasi digital edukatif religius tersebut.
“Mulai dari religi, heritage, kuliner, budaya, hingga mata pencaharian masyarakatnya, semua tercapture dengan sangat baik di Gresik Universal Science,” ujarnya.
Menurut Khofifah, GUS tidak hanya menawarkan tampilan visual berbasis teknologi, tetapi juga menjadi sarana peningkatan budaya literasi masyarakat secara menyeluruh.
“Di sini membaca, mendengar, dan melihat terintegrasi dalam literasi digital yang membawa nuansa religi,” tuturnya.
Ia juga menilai penyajian kesenian Damar Kurung mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya lokal. Khofifah berharap masyarakat turut menjaga dan merawat GUS agar dapat menjadi referensi pusat literasi digital bagi daerah lain di Indonesia. (tas)

