Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah sebagai langkah strategis pengendalian inflasi di awal tahun 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung membuka pasar murah tersebut di Halaman Kantor Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026).
Pasar murah yang merupakan pelaksanaan kedua di tahun 2026 ini disambut antusias masyarakat. Sejak pagi hari, warga telah memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran sebagai upaya menjaga daya beli, khususnya menjelang bulan Ramadan.
Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Gubernur Khofifah menyapa warga sekaligus membagikan telur ayam dan beras SPHP secara gratis kepada ibu dan anak serta para lansia.
Khofifah menyampaikan bahwa awal tahun kerap menjadi periode rawan fluktuasi harga bahan pokok. Oleh sebab itu, intervensi pemerintah melalui pasar murah menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga.
“Pasar murah ini merupakan ikhtiar konkret Pemprov Jawa Timur untuk mengendalikan inflasi dan memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah.
Dalam pasar murah tersebut, berbagai komoditas strategis dijual dengan harga subsidi, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp22.000 per pack.
Selain itu, tersedia pula tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack. Seluruh komoditas disiapkan dengan stok yang mencukupi.
Menurut Khofifah, lokasi pasar murah sengaja ditempatkan jauh dari pasar tradisional agar tidak mengganggu ekosistem perdagangan lokal. Program ini juga dilaksanakan secara berkelanjutan dan saling melengkapi dengan kegiatan serupa yang digelar pemerintah kabupaten/kota.
“Sembako di Jawa Timur aman. Yang perlu kita jaga adalah keterjangkauan harganya agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (tas)

