Surabaya (prapanca.id) – Tren perjalanan wisata di kalangan generasi muda Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya liburan identik dengan cuti panjang atau perjalanan jauh ke luar negeri, kini Gen Z justru lebih memilih perjalanan singkat dengan frekuensi lebih sering.
Temuan tersebut terungkap dalam Agoda Travel Outlook Report 2026 yang menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia kini mengutamakan fleksibilitas, kemudahan akses, dan pengalaman perjalanan yang lebih personal.
Pola traveling seperti ini membuat perjalanan wisata tidak lagi harus menunggu musim liburan panjang. Bagi Gen Z, healing dapat dilakukan kapan saja selama aktivitas tersebut mampu memberikan pengalaman baru dan menyegarkan pikiran.
Selain itu, destinasi domestik kini semakin diminati karena dianggap menawarkan pengalaman yang lebih dekat, autentik, dan bermakna.
Dalam laporan Agoda, sekitar 80 persen responden Gen Z Indonesia mengaku berencana melakukan perjalanan antara empat hingga lebih dari 11 kali dalam setahun.
Mayoritas perjalanan tersebut dilakukan dalam durasi singkat, yakni satu hingga tujuh hari. Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata Gen Z di Asia.
Fenomena ini menunjukkan perubahan gaya hidup generasi muda yang kini lebih menyukai konsep short trip atau perjalanan singkat yang mudah disesuaikan dengan jadwal kerja, kuliah, maupun aktivitas sehari-hari.
Perjalanan pendek dianggap lebih praktis, fleksibel, dan tidak terlalu membebani secara finansial dibanding harus menunggu waktu untuk liburan panjang.
Laporan Agoda juga menemukan bahwa 85 persen responden Gen Z Indonesia lebih memilih bepergian ke destinasi domestik. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding negara lain dalam survei yang sama.
Pilihan terhadap wisata dalam negeri menunjukkan meningkatnya apresiasi generasi muda terhadap kekayaan destinasi lokal di Indonesia.
Mulai dari wisata alam, budaya, hingga kuliner, berbagai pengalaman tersebut kini menjadi daya tarik utama bagi Gen Z saat menentukan tujuan perjalanan.
Berbeda dengan tren wisata sebelumnya yang lebih fokus pada destinasi populer, Gen Z kini lebih memprioritaskan pengalaman selama perjalanan.
Sebagian besar responden menyebut aktivitas luar ruang menjadi alasan utama bepergian. Selain itu, wisata kuliner dan eksplorasi budaya juga menjadi pilihan favorit.
Hal ini menandakan bahwa generasi muda cenderung menentukan tujuan wisata berdasarkan pengalaman yang ingin didapatkan, bukan sekadar mengikuti tren media sosial.
Mereka ingin menikmati suasana baru, mengenal budaya lokal, hingga mencoba aktivitas yang memberikan pengalaman berbeda dari rutinitas sehari-hari.
Perubahan pola traveling Gen Z menunjukkan bahwa perjalanan wisata kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Kemudahan akses transportasi, banyaknya promo perjalanan, hingga fleksibilitas kerja dan studi membuat traveling semakin mudah dilakukan kapan saja.
Di sisi lain, tren ini juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata domestik untuk terus berkembang, terutama dalam menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal, autentik, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Dengan pola perjalanan yang lebih fleksibel dan fokus pada pengalaman, Gen Z Indonesia diprediksi akan terus menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan wisata domestik dalam beberapa tahun ke depan. (ant)

