Surabaya (prapanca.id) – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi 2026 yang berdekatan dengan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan imbauan khusus guna menjaga keharmonisan antarumat beragama. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta masyarakat untuk saling menghormati, khususnya dalam pelaksanaan malam takbiran di wilayah yang berdekatan dengan tempat ibadah umat Hindu.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai respons atas potensi bersinggungannya aktivitas keagamaan dua umat yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan. Eri menegaskan bahwa menjaga ketenangan umat Hindu saat menjalani Catur Brata Penyepian merupakan bentuk nyata toleransi yang harus dijaga bersama.
Ia mengingatkan agar kegiatan takbiran tidak dilakukan secara keliling di sekitar pura, terutama di kawasan yang memiliki populasi umat Hindu cukup besar, seperti wilayah Kenjeran. Selain itu, pengurus masjid dan musala diminta untuk menyesuaikan penggunaan pengeras suara.
Menurutnya, penggunaan pengeras suara luar sebaiknya ditiadakan apabila lokasi tempat ibadah berdekatan dengan pura. Takbir tetap dapat dikumandangkan, namun cukup menggunakan pengeras suara dalam ruangan agar tidak mengganggu suasana hening yang menjadi inti dari perayaan Nyepi.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam merawat nilai-nilai toleransi yang telah lama menjadi identitas kota. Eri menekankan bahwa keberagaman di Surabaya harus menjadi kekuatan sosial, bukan sumber potensi konflik.
Lebih lanjut, ia juga mendorong peran aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat di tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk turut menyosialisasikan imbauan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar pesan toleransi dapat dipahami dan dijalankan secara luas.
Selain itu, aparat wilayah juga diharapkan dapat melakukan pemantauan guna memastikan pelaksanaan kegiatan keagamaan berjalan sesuai dengan imbauan yang telah disampaikan. Pendekatan persuasif diutamakan dalam menjaga kondusivitas lingkungan.
Momentum berdekatan antara Nyepi dan Idulfitri ini, menurut Eri, menjadi ujian sekaligus peluang untuk memperkuat solidaritas sosial. Ia optimistis masyarakat Surabaya mampu menunjukkan kedewasaan dalam beragama dengan tetap mengedepankan rasa saling menghargai.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan seluruh warga dapat merayakan hari besar keagamaannya dengan penuh khidmat tanpa mengganggu satu sama lain. Pemerintah Kota Surabaya pun berharap suasana kota tetap aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman yang ada. (tas)

