Surabaya (prapanca.id) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya memperkuat ketahanan sosial di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Halal Bihalal sekaligus pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Kalimantan Jawa Timur (K3 Jatim) periode 2025–2026 di Gedung Islamic Center Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Emil menggarisbawahi bahwa tekanan global seperti konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas sosial. Oleh karena itu, menurutnya, penguatan solidaritas, persatuan, dan semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan daerah.
Ia menilai keberagaman yang dimiliki Jawa Timur merupakan kekuatan strategis. Masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas asal Kalimantan, disebut telah berkontribusi signifikan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi hingga sosial budaya.
Di sisi lain, Emil juga memaparkan kondisi ekonomi Jawa Timur yang menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan IV 2025 mencapai 5,85 persen secara tahunan, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen. Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 tercatat sebesar Rp3.403,17 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu kontributor utama perekonomian nasional, khususnya di Pulau Jawa. Namun demikian, Emil mengingatkan bahwa capaian ini harus diiringi dengan kewaspadaan terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi sektor energi, pangan, perdagangan, hingga pariwisata.
Selain faktor global, ia juga menyoroti adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada daerah. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah bersama masyarakat untuk semakin adaptif dalam menjaga stabilitas pembangunan.
Dalam konteks tersebut, Emil menilai K3 Jatim memiliki peran strategis tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai penguat kohesi sosial di tengah masyarakat. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam membangun ketahanan ekonomi berbasis komunitas sekaligus menjaga harmoni sosial.
Lebih lanjut, Emil mengajak pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Ia berharap organisasi tersebut dapat terus berkontribusi aktif dalam memperkuat nilai kebangsaan dan membangun narasi yang inklusif di tengah arus informasi global yang dinamis.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Emil optimistis Jawa Timur mampu menjaga stabilitas serta meningkatkan daya saing di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang. (tas)

