Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas terhadap dua kontraktor yang dinilai wanprestasi dalam proyek pembangunan pompa air. Kedua kontraktor tersebut resmi diputus kontraknya dan masuk daftar hitam (blacklist) selama dua tahun karena gagal menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan.
Akibat wanprestasi tersebut, pembangunan dua pompa air yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani dekat Taman Pelangi dan kawasan Tengger Kandangan sempat mengalami keterlambatan. Padahal, kedua proyek ini memiliki peran strategis dalam sistem pengendalian banjir Kota Surabaya, khususnya menjelang puncak musim hujan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa secara umum seluruh proyek Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah rampung pada akhir tahun 2025. Namun, dua proyek pompa air tersebut tidak dapat diselesaikan akibat ketidakmampuan kontraktor memenuhi kewajiban pekerjaan.
“Akhir tahun 2025 kemarin memang semua proyek sudah terselesaikan, kecuali dua. Jadi ada dua pembangunan pompa air yang tidak bisa diselesaikan karena wanprestasi dari kontraktornya,” ujar Syamsul, Sabtu (31/1/2026).
Untuk memastikan proyek tetap berjalan, Pemkot Surabaya mengambil alih pekerjaan melalui skema swakelola yang dilaksanakan oleh DSDABM dengan melibatkan satuan tugas (Satgas).
“Kedua proyek itu kami lanjutkan dengan swakelola. Insyaallah bulan Februari 2026 sudah bisa dioperasionalkan,” jelasnya.
Syamsul menegaskan, pemutusan kontrak dilakukan tanpa pemberian toleransi tambahan waktu karena proyek harus selesai sebelum penutupan anggaran tahun berjalan. Selain diputus kontrak, jaminan pelaksanaan kontraktor juga dicairkan.
“Karena wanprestasi, kontraknya diputus, jaminan pelaksanaan dicairkan, dan mereka diblacklist selama dua tahun dari proyek Pemkot Surabaya,” tegasnya.
Saat ini, progres penyelesaian kedua pompa air telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan dapat segera difungsikan. Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi banjir, terutama saat puncak musim hujan yang diperkirakan BMKG terjadi pada Februari 2026. (tas)

