Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk mendeteksi pohon-pohon yang berpotensi rawan tumbang menggunakan alat pendeteksi khusus. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko, menyusul beberapa kejadian pohon tumbang saat angin kencang melanda Kota Surabaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan kolaborasi tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah (PD), di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).
“Kami sudah melakukan penelitian kerja sama dengan perguruan tinggi. Ada alat untuk mengecek kekuatan pohon. Kami kolaborasi dengan beberapa PD, ada sosialisasi, lalu turun ke lapangan mempraktikkan alat tersebut,” ujar Dedik, Minggu (21/12/2025).
Dedik menjelaskan, pohon memiliki karakteristik berbeda dengan bangunan karena tidak memiliki usia struktur yang tercatat sejak awal. Banyak pohon besar di Surabaya saat ini merupakan hasil penanaman puluhan tahun lalu.
“Pohon-pohon yang sekarang besar dan rindang itu ditanam puluhan tahun yang lalu. Seiring bertambahnya usia, tingkat kerawanannya juga meningkat, terutama saat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Oleh karena itu, DLH Surabaya berupaya melakukan pemetaan risiko guna mengetahui pohon-pohon yang rentan tumbang. Edukasi penggunaan alat pendeteksi juga diberikan kepada petugas lintas perangkat daerah agar penanganan di lapangan lebih terintegrasi.
Dedik menambahkan, saat ini penggunaan alat masih dalam tahap uji coba dan pelatihan petugas. Setelah tahap tersebut selesai, DLH akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pohon-pohon di wilayah Surabaya.
Terkait pengajuan perantingan atau pemotongan pohon dari masyarakat, Dedik menyampaikan bahwa laporan dapat disampaikan melalui RT/RW dengan melampirkan lokasi dan dokumentasi pendukung, atau melalui aplikasi Surabaya Single Window (SSW) Alfa.
“Tidak ada biaya pemotongan. Yang ada hanya penggantian pohon, dan seluruh ketentuannya sudah dijelaskan secara detail di aplikasi SSW Alfa,” tegasnya.
DLH Surabaya juga menerapkan skala prioritas penanganan, terutama pada pohon yang berada di tepi jalan raya dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Keselamatan masyarakat menjadi fokus utama kami,” pungkas Dedik. (tas)

