Surabaya (prapanca.id) – Bunda PAUD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPD PP PAUD Jawa Timur, Isye Adhy Karyono, menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkualitas di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV dan Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 PP PAUD Tahun 2026 yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Hotel Millennium, Jakarta.
Rakernas IV PP PAUD Tahun 2026 mengusung tema “Penguatan Kolaborasi dan Inovasi: Kunci Organisasi Menghadapi Tantangan PAUD Masa Depan”. Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi yang membahas berbagai isu strategis sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Isye menyampaikan Laporan Tahunan DPD PP PAUD Jawa Timur Tahun 2025 yang memuat berbagai capaian program kerja organisasi. Laporan tersebut mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pendidik PAUD, serta sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Jawa Timur.
Menurut Isye, tema yang diangkat dalam Rakernas tahun ini sangat relevan dengan kondisi penyelenggaraan PAUD saat ini. Ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pemerataan akses layanan pendidikan anak usia dini di berbagai daerah.
“Ke depan kita akan menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Masih banyak yang perlu diperkuat, mulai dari sumber daya manusia hingga pemerataan layanan PAUD, termasuk di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi dorongan bagi DPD PP PAUD Jawa Timur untuk terus memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten, kota, bahkan kecamatan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan PAUD yang berkualitas.
“Ini menjadi tantangan dan tugas bagi DPD PP PAUD Jawa Timur untuk terus memberikan sosialisasi terkait pentingnya penyelenggaraan PAUD hingga tingkat kabupaten, kota, sampai tingkat kecamatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Isye menekankan bahwa penguatan layanan PAUD tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak guna menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas dan merata.
Ia menilai kolaborasi menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pendidikan anak usia dini di masa depan. Selain itu, inovasi juga diperlukan agar berbagai program dan layanan PAUD dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Menurut Isye, di Jawa Timur terdapat berbagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini dengan karakteristik, pendekatan, dan program yang berbeda-beda. Meski demikian, seluruh organisasi tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak usia dini.
“Dibutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan ide-ide baru sebagai inovasi dalam penyelenggaraan PAUD di Jawa Timur. Berbagai organisasi memiliki misi yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yaitu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak usia dini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa PP PAUD memiliki peran strategis sebagai wadah yang mengayomi berbagai lembaga dan organisasi yang berfokus pada pendidikan anak usia dini. Peran tersebut mencakup penguatan koordinasi, fasilitasi program, hingga pengembangan kerja sama antarorganisasi yang memiliki perhatian terhadap pendidikan anak usia dini.
Selain itu, PP PAUD juga berperan dalam mendukung berbagai lembaga PAUD yang dikelola oleh organisasi kemasyarakatan maupun yayasan pendidikan agar dapat terus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Karena itu, Isye berharap semangat kolaborasi yang diusung dalam Rakernas IV dan peringatan HUT ke-69 PP PAUD dapat terus diwujudkan melalui kerja sama yang lebih erat antara organisasi profesi, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada anak-anak di berbagai daerah.
“Kolaborasi semua pihak harus terus ditingkatkan. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat bersama-sama memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini demi menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Rakernas IV PP PAUD sendiri menjadi forum penting bagi organisasi untuk membahas berbagai isu strategis di bidang organisasi, pendidikan, dan kesejahteraan. Forum tersebut juga menghasilkan berbagai rekomendasi program kerja yang diharapkan mampu menjawab tantangan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini pada masa mendatang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD PP PAUD Jawa Timur yang mendampingi Isye Adhy Karyono, yakni Wakil Ketua DPD PP PAUD Jawa Timur Dr. Dwi Mardiana S. Aries Agung P., Wakil Sekretaris Nia Wayanti Ali Kuncoro, Anggota Bidang Pendidikan Fube Christin Souisa, S.Psi., Ketua Bidang Kesejahteraan Endang Pudyasrini, serta Anggota Bidang Organisasi, Pendidikan, dan Hubungan Luar Aulia Dikmah Kiswahono, S.Sos.
Melalui Rakernas IV ini, PP PAUD diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan fondasi pendidikan yang kuat bagi generasi penerus bangsa. (tas)

