Surabaya (prapanca.id) – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan merendam sedikitnya 1.629 rumah warga. Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026), sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Gubernur Khofifah mengatakan penanganan banjir dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar dampak bencana tidak meluas. Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah akan terus hadir dan memastikan penanganan berjalan cepat serta tepat sasaran,” kata Khofifah.
Banjir dipicu hujan deras berkelanjutan sejak Desember 2025, ditambah limpasan air dari Waduk Gondang yang meningkatkan debit Sungai Bengawan Jero. Kondisi ini menyebabkan genangan di beberapa kecamatan, termasuk Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.
Khusus di Kecamatan Deket, banjir berdampak pada empat desa dengan total 538 rumah terdampak. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun pengungsi, dan kondisi genangan cenderung stabil.
Pemkab Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama dua pekan sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem. Langkah ini sejalan dengan peringatan BMKG Juanda yang memprediksi peningkatan curah hujan pada Januari 2026.
Menghadapi potensi tersebut, Pemprov Jatim telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai upaya mitigasi risiko bencana. Selain itu, BPBD Provinsi dan Kabupaten Lamongan terus melakukan pemantauan intensif, termasuk pengoperasian pompa air dan pengaturan pintu air di sejumlah titik rawan.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemprov Jatim menyalurkan berbagai bantuan logistik, mulai dari makanan siap saji, selimut, perlengkapan kebersihan, hingga kebutuhan sandang bagi warga terdampak dan petugas di lapangan.
Khofifah mengapresiasi peran aktif pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi banjir. Ia mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas hingga kondisi benar-benar pulih. (tas)

