Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat budaya literasi anak melalui Gerakan Membaca Nyaring. Komitmen tersebut digaungkan dalam kegiatan Obrolan Literasi Membaca Nyaring (OBROLIN) yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Mengusung tema “Dari Suara, Tumbuh Cinta Membaca!”, kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi orang tua, guru, dan pegiat literasi untuk memahami pentingnya membaca nyaring sebagai fondasi pembentukan minat baca anak sejak usia dini.
Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa membaca nyaring bukan sekadar membacakan teks dengan suara keras. Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan medium membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
“Melalui suara yang hangat, anak mengenal bahasa, emosi, dan imajinasi. Kecintaan membaca tumbuh karena rasa nyaman, bukan karena paksaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski anak belum mampu membaca secara mandiri, mereka tetap menyerap kosakata, intonasi, serta makna cerita. Kebiasaan sederhana meluangkan waktu untuk bercerita dinilai efektif menumbuhkan literasi awal sekaligus mempererat ikatan batin dalam keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyebut OBROLIN sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem literasi. Ke depan, gerakan membaca nyaring akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Menurutnya, sasaran utama program ini adalah orang tua dengan anak usia 0–4 tahun, fase krusial perkembangan bahasa. Anak yang terbiasa mendengar cerita akan memiliki kosakata lebih kaya dan kesiapan kognitif yang lebih baik saat memasuki usia sekolah.
Pemkot Surabaya juga menggandeng Dispendik, DP3APPKB, Bunda PAUD, serta layanan Puspaga untuk memastikan literasi tumbuh dari lingkungan keluarga. Dengan pendekatan kolaboratif, gerakan ini diharapkan melahirkan generasi yang komunikatif, percaya diri, dan berkarakter. (tas)

