Surabaya (prapanca.id) – Upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi strategis. Salah satunya melalui program “Cerdas Investasi 2026 Series 2” yang digelar oleh JTV bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Studio 2 JTV, Kompleks Graha Pena Surabaya, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menekankan pentingnya pemahaman investasi bagi mahasiswa di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran finansial di masyarakat.
Arumi menjelaskan bahwa literasi investasi sejak dini menjadi fondasi penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara produktif. Ia melihat program ini sebagai ruang edukatif sekaligus kompetitif yang mendorong peserta untuk memahami instrumen investasi secara lebih mendalam dan terstruktur.
Selain memberikan wawasan, kegiatan ini juga menghadirkan kompetisi investasi saham bertajuk “Cerdas Investasi Volume 2”. Program tersebut dirancang untuk melatih kemampuan analisis mahasiswa dalam mengambil keputusan investasi yang rasional dan berbasis pengetahuan.
Di tengah tantangan ekonomi global, Arumi menilai peluang investasi tetap terbuka selama dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap dasar-dasar investasi, termasuk aspek risiko dan legalitas, menjadi kunci utama dalam menghindari kerugian.
Senada dengan hal tersebut, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, serta Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa, turut menyoroti meningkatnya praktik investasi ilegal yang kerap menyasar generasi muda. Mereka menegaskan pentingnya memastikan setiap aktivitas investasi dilakukan melalui lembaga resmi yang berada di bawah pengawasan OJK.
Cita Mellisa menilai bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun rasionalitas berinvestasi di kalangan mahasiswa. Dengan pemahaman yang lebih baik, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab. Interaksi aktif peserta mencerminkan meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia investasi.
Melalui sinergi antara media, regulator, dan lembaga keuangan, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga membentuk generasi investor muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. (tas)

