Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota Surabaya resmi membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Kota Surabaya 2026 sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda Hindu sekaligus melestarikan sastra, seni, dan budaya keagamaan yang menjadi bagian dari warisan leluhur. Kegiatan yang diikuti 184 peserta tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui penguatan literasi ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari.
Ajang pembinaan umat Hindu itu berlangsung di Wantilan Agung Dewa Ruci, Pura Segara Kenjeran, Surabaya, dan menjadi salah satu wadah strategis untuk memperdalam pemahaman ajaran Weda, mengembangkan potensi generasi muda, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Mengusung tema “Samawacana Sarwa Bhawa Ekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi Menuju Harmonisasi Kehidupan”, Utsawa Dharma Gita 2026 mengajak umat Hindu untuk memahami hubungan yang tidak terpisahkan antara manusia, alam, dan Tuhan. Melalui tema tersebut, peserta didorong untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga keseimbangan lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan.
Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dedik Irianto, menegaskan bahwa Utsawa Dharma Gita tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur dalam Kitab Suci Weda.
Menurut Dedik, pemahaman agama yang kuat memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat menjaga kerukunan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Dharma Gita dinilai mampu menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Surabaya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan literasi keagamaan dan budaya menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemkot Surabaya mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini. Peningkatan tersebut dinilai sebagai indikator tumbuhnya minat generasi muda Hindu untuk mempelajari dan melestarikan ajaran agama serta budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita 2026, Kolonel (Purn) I Made Sueca, menyampaikan bahwa antusiasme peserta menunjukkan keberhasilan pembinaan yang selama ini dilakukan oleh berbagai elemen umat Hindu di Surabaya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Dharma Gita sekaligus memperkuat identitas budaya dan spiritual mereka.
Pada Utsawa Dharma Gita 2026, para peserta mengikuti 10 cabang lomba utama yang mencakup berbagai aspek pemahaman dan penghayatan ajaran Hindu. Kategori yang diperlombakan meliputi pembacaan sloka, palawakya, kakawin, nyanyian keagamaan Hindu, dharmawacana berbahasa Indonesia dan Inggris, dharmawiwada atau debat keagamaan Hindu, menghafal sloka, dharmacarita, hingga tembang macapat.
Peserta terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk mewakili Kota Surabaya pada Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Jawa Timur. Dari tingkat provinsi, mereka berpeluang melaju ke ajang nasional dan membawa nama Surabaya di tingkat yang lebih tinggi.
Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kota Surabaya, I Nyoman Sukantra, menambahkan bahwa kegiatan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi. Utsawa Dharma Gita menjadi sarana pembinaan karakter yang mampu mengembangkan kemampuan generasi muda dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Sukantra, pembelajaran melalui Dharma Gita dapat membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa dan komitmen menjaga persatuan Indonesia. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial dan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Dukungan penuh dari Pemkot Surabaya, umat Hindu, para dermawan, dan berbagai pihak turut menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita 2026. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan generasi muda Hindu sekaligus melahirkan calon pemimpin masa depan yang berkarakter, toleran, peduli lingkungan, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan kota maupun bangsa.
Melalui penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita 2026, Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kehidupan beragama yang harmonis, memperkuat karakter generasi muda, serta menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai spiritual dan kebangsaan. (agu)

