Surabaya (prapanca.id) – Kulit yang tiba-tiba mengelupas di ujung jari atau telapak tangan sering kali dianggap sebagai masalah ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kulit kering. Dalam beberapa kasus, kulit mengelupas bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu mendapat perhatian.
Penyebab paling umum berasal dari faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Paparan udara kering, perubahan cuaca, hingga terlalu sering mencuci tangan dapat membuat lapisan pelindung alami kulit berkurang. Akibatnya, kulit menjadi kering, kasar, retak, dan akhirnya mengelupas.
Penggunaan sabun, deterjen, atau cairan pembersih rumah tangga yang mengandung bahan kimia keras juga dapat memicu iritasi. Kondisi ini dikenal sebagai dermatitis kontak, yaitu peradangan kulit yang muncul akibat paparan zat tertentu. Selain kulit mengelupas, penderita biasanya mengalami gejala lain seperti kemerahan, gatal, rasa perih, hingga pembengkakan ringan.
Tak hanya dipengaruhi faktor fisik, kesehatan kulit juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis seseorang. Stres yang berkepanjangan diketahui dapat meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini berpotensi melemahkan sistem pertahanan kulit sehingga memicu atau memperparah berbagai penyakit kulit, termasuk eksim dan psoriasis.
Salah satu kondisi yang sering ditandai dengan kulit mengelupas adalah eksim dishidrotik. Menurut National Eczema Association, gangguan ini biasanya diawali munculnya bintil-bintil kecil berisi cairan yang terasa sangat gatal di telapak tangan atau sela-sela jari. Setelah bintil mengering, kulit akan mengelupas dan meninggalkan lapisan kulit yang tipis, kemerahan, serta terkadang terasa perih.
Selain eksim, psoriasis juga dapat menyebabkan kulit tangan mengelupas. Penyakit autoimun kronis ini membuat proses pergantian sel kulit berlangsung terlalu cepat. Akibatnya, sel-sel kulit menumpuk di permukaan dan membentuk lapisan tebal, kering, serta bersisik yang mudah terkelupas.
Kurangnya asupan nutrisi tertentu juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Kekurangan vitamin B, vitamin C, maupun mineral seperti zinc dapat membuat kulit lebih rentan mengalami kekeringan dan pengelupasan. Karena itu, menjaga pola makan seimbang menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam.
Pada sebagian besar kasus, kulit mengelupas dapat membaik dengan penggunaan pelembap secara rutin dan menghindari faktor pemicunya. Namun, apabila kondisi berlangsung lebih dari dua minggu, semakin luas, menimbulkan rasa sakit, atau disertai gejala lain seperti gatal hebat dan luka, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Deteksi dini penting dilakukan agar penyebab yang mendasarinya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat. Dengan perawatan yang sesuai, kesehatan kulit dapat kembali terjaga dan risiko komplikasi bisa diminimalkan. (ant)

