Surabaya (prapanca.id) – Dunia basket Amerika Serikat tengah berduka setelah pemain Memphis Grizzlies, Brandon Clarke, dilaporkan meninggal dunia pada usia 29 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak klub dalam pernyataan resmi pada Selasa (12/5) waktu Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Memphis Grizzlies menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian salah satu pemainnya yang dikenal memiliki kontribusi besar di dalam maupun luar lapangan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian Clarke. Sejumlah laporan media lokal, termasuk NBC Los Angeles, menyebutkan bahwa paramedis menemukan Clarke dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah rumah di kawasan San Fernando Valley pada Senin malam (11/5) waktu setempat.
Laporan awal dari kepolisian menyebutkan bahwa kematian tersebut tengah diselidiki sebagai dugaan kemungkinan overdosis, setelah ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan narkotika di lokasi kejadian. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi, dan proses otopsi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Pihak Memphis Grizzlies menyatakan kehilangan besar atas wafatnya Clarke. Klub menyebut almarhum sebagai sosok rekan setim yang memiliki pengaruh positif serta dikenal luas karena kepribadiannya yang hangat dan dedikasi tinggi terhadap tim.
Manajemen Grizzlies menegaskan bahwa kontribusi Clarke tidak hanya terasa di lapangan, tetapi juga dalam komunitas kota Memphis, sehingga kepergiannya menjadi kehilangan yang sangat dirasakan.
Brandon Clarke memulai karier profesionalnya di NBA setelah terpilih pada putaran pertama NBA Draft 2019. Ia awalnya dipilih oleh Oklahoma City Thunder sebelum kemudian ditukar ke Memphis Grizzlies, tempat ia menghabiskan seluruh karier profesionalnya.
Ia dikenal sebagai pemain energik dan sempat masuk dalam NBA All-Rookie Team pada musim 2019–2020. Sepanjang kariernya, Clarke juga menghadapi sejumlah cedera serius, termasuk cedera Achilles pada 2023 dan masalah lutut yang membuatnya hanya tampil dalam dua pertandingan pada musim 2025–2026.
Meski begitu, ia tetap menjadi bagian penting dalam rotasi tim ketika dalam kondisi bugar, terutama pada musim-musim awal kariernya.
Komisaris NBA, Adam Silver, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Clarke. Ia menyebut Clarke sebagai pemain yang disukai rekan-rekannya dan memiliki semangat tinggi dalam bermain basket.
NBA menegaskan bahwa kepergian Clarke menjadi kehilangan besar bagi komunitas basket profesional, khususnya bagi para pemain muda yang tumbuh bersamanya di liga.
Kepergian Brandon Clarke meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga, khususnya NBA. Meski penyebab kematian masih dalam proses investigasi, warisan kariernya bersama Memphis Grizzlies akan tetap dikenang oleh penggemar dan komunitas basket.
Pihak berwenang di Amerika Serikat masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan fakta lengkap terkait insiden ini. (ant)

