Surabaya (prapanca.id) – Kurang tidur menjadi tantangan yang hampir pasti dialami oleh orang tua baru. Pola tidur bayi yang belum stabil, frekuensi terbangun di malam hari, hingga pikiran yang terus aktif membuat waktu istirahat terasa terbatas dan tidak berkualitas.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kelelahan fisik, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan emosional dan mental. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan stres, hingga memicu gangguan kesehatan lainnya.
Karena itu, penting bagi orang tua baru untuk memahami berbagai cara yang aman dan efektif dalam meningkatkan kualitas tidur, baik melalui bantuan medis maupun perubahan gaya hidup.
Melansir informasi dari BabyCenter, terdapat beberapa jenis obat yang kerap digunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur. Namun, penggunaannya tetap harus melalui konsultasi dokter, terutama bagi ibu hamil atau menyusui.
1. Antihistamin
Antihistamin merupakan zat yang umum ditemukan dalam obat flu atau alergi dan memiliki efek samping berupa rasa kantuk. Karena itu, beberapa jenis antihistamin sering dimanfaatkan sebagai bantuan tidur.
Jenis seperti brompheniramine, chlorpheniramine, dimenhydrinate, diphenhydramine, dan doxylamine diketahui dapat memicu rasa kantuk. Namun, tidak semua antihistamin memiliki efek yang sama, misalnya loratadine yang cenderung tidak menyebabkan kantuk.
Meski cukup efektif dalam jangka pendek, penggunaan antihistamin tidak disarankan dalam waktu lama, maksimal sekitar dua minggu. Efek samping seperti pusing dan mulut kering juga perlu diperhatikan.
2. Melatonin
Melatonin adalah hormon alami yang berperan dalam mengatur siklus tidur tubuh. Dalam bentuk suplemen, melatonin sering digunakan untuk mengatasi insomnia atau gangguan tidur akibat perubahan ritme biologis.
Meski mudah didapatkan, penggunaan melatonin tidak dianjurkan bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan, hamil, atau menyusui, karena data keamanannya masih terbatas.
Selain mengandalkan obat, pendekatan non-medis justru menjadi solusi jangka panjang yang lebih aman dan berkelanjutan. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:
- Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari
- Melakukan aktivitas relaksasi sebelum tidur seperti membaca atau mandi air hangat
- Menghindari konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin di malam hari
- Rutin berolahraga agar tubuh lebih mudah lelah secara alami
- Mencoba teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga
- Memanfaatkan waktu tidur bayi untuk ikut beristirahat
Pendekatan ini membantu tubuh membangun ritme tidur alami tanpa ketergantungan pada obat.
Jika berbagai cara sudah dilakukan namun gangguan tidur tetap berlangsung, berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah yang disarankan. Salah satu metode yang umum digunakan adalah terapi perilaku kognitif, yang terbukti efektif dalam mengatasi insomnia.
Kurang tidur pada orang tua baru memang sulit dihindari, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan kombinasi pendekatan medis yang tepat dan perubahan kebiasaan sehari-hari, kualitas tidur bisa diperbaiki secara bertahap.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan diri sendiri menjadi bagian penting dalam merawat buah hati secara optimal. (ant)

