Surabaya (prapanca.id) – Belajar bahasa asing sering dianggap lebih mudah dilakukan sejak usia dini. Namun, anggapan bahwa orang dewasa sudah terlambat untuk memulai tidak sepenuhnya benar. Justru, dengan pendekatan yang tepat, orang dewasa tetap memiliki peluang besar untuk menguasai bahasa baru secara efektif.
Anak-anak memang dikenal memiliki kemampuan alami dalam menyerap bahasa, terutama dalam hal pelafalan dan intonasi. Mereka cenderung belajar secara intuitif tanpa rasa takut membuat kesalahan. Hal ini membuat proses belajar terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Namun, keunggulan tersebut tidak menutup peluang bagi orang dewasa untuk berkembang dengan cara yang berbeda.
Penelitian menunjukkan bahwa usia memengaruhi cara seseorang mempelajari bahasa. Anak-anak dan orang dewasa memiliki karakteristik belajar yang berbeda, namun sama-sama efektif.
Keunggulan anak-anak:
- Mudah meniru aksen dan intonasi
- Belajar secara alami tanpa tekanan
- Tidak takut melakukan kesalahan
- Proses belajar cenderung melalui permainan
Sementara itu, orang dewasa memiliki kelebihan yang tidak kalah penting.
Keunggulan orang dewasa:
- Kemampuan memahami tata bahasa secara logis
- Mampu mengenali pola bahasa dengan cepat
- Memiliki strategi belajar yang lebih terstruktur
- Motivasi belajar lebih jelas, seperti untuk karier atau pendidikan
Dengan bekal pengalaman dan pola pikir yang matang, orang dewasa justru bisa belajar lebih terarah.
Belajar bahasa tidak hanya soal kemampuan komunikasi. Aktivitas ini juga memberikan manfaat luas, termasuk bagi kesehatan otak.
Sejumlah riset yang dikutip dari National Geographic menyebutkan bahwa mempelajari bahasa kedua dapat meningkatkan fungsi kognitif, seperti daya ingat, kemampuan multitasking, hingga fleksibilitas berpikir. Bahkan, kebiasaan ini dapat membantu menunda penurunan fungsi otak di usia lanjut.
Selain itu, belajar bahasa juga membuka wawasan budaya. Bahasa menjadi pintu untuk memahami cara berpikir, nilai, dan perspektif baru dari berbagai belahan dunia. Hal ini dapat meningkatkan empati serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global.
Tidak hanya itu, setiap kemajuan dalam belajar bahasa juga mampu meningkatkan rasa percaya diri, terutama saat mulai mampu berkomunikasi dengan orang lain.
Meski memiliki banyak keunggulan, orang dewasa juga menghadapi sejumlah kendala dalam belajar bahasa.
Beberapa tantangan yang umum antara lain:
- Rasa takut salah dan malu saat berbicara
- Keterbatasan waktu akibat kesibukan kerja dan keluarga
- Kesulitan memahami struktur bahasa yang baru
Pakar karier Julien Leblan menyebut proses belajar ini sebagai bentuk “act of vulnerability” atau keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Dalam proses tersebut, seseorang harus siap menjadi pemula kembali dan menerima ketidaksempurnaan.
Agar proses belajar lebih optimal, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan:
1. Tentukan tujuan yang jelas
Ketahui alasan belajar, apakah untuk karier, traveling, atau kebutuhan akademik.
2. Konsisten dengan waktu singkat
Cukup luangkan 15–30 menit setiap hari, namun dilakukan secara rutin.
3. Terapkan dalam kehidupan sehari-hari
Gunakan bahasa baru melalui film, musik, atau pengaturan bahasa di perangkat.
4. Berani membuat kesalahan
Kesalahan adalah bagian penting dari proses belajar.
5. Fokus pada komunikasi
Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berbicara.
6. Cari lingkungan pendukung
Bergabung dengan komunitas atau partner belajar bisa mempercepat kemajuan.
7. Gunakan metode yang sesuai
Pilih cara belajar yang cocok, baik visual, audio, atau praktik langsung.
8. Bersabar dan realistis
Belajar bahasa adalah proses jangka panjang, nikmati setiap tahapnya.
Menurut neuropsikolog Dr. Sanam Hafeez, orang dewasa sering menghadapi tantangan dalam membagi waktu dan mengatasi rasa tidak percaya diri. Namun, dengan strategi yang tepat, hambatan tersebut dapat diatasi.
Belajar bahasa asing di usia dewasa bukanlah sesuatu yang mustahil. Anak-anak memang unggul dalam penyerapan alami, tetapi orang dewasa memiliki kekuatan dalam analisis, pengalaman, dan motivasi.
Dengan pendekatan yang konsisten dan mindset yang terbuka, belajar bahasa justru bisa menjadi cara untuk memperluas wawasan, menjaga kesehatan otak, sekaligus mengembangkan diri.
Pada akhirnya, usia bukanlah penghalang. Justru, keputusan untuk mulai belajar adalah langkah awal menuju peluang yang lebih besar di masa depan. (ant)

