Surabaya (prapanca.id) – Persaingan gelar Premier League memasuki fase krusial setelah Arsenal F.C. memperkuat posisinya di puncak klasemen.
The Gunners meraih kemenangan penting 2-0 atas Everton F.C. dalam pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium, Sabtu (15/3/2026) waktu setempat.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena lahirnya rekor baru dari pemain muda Arsenal, Max Dowman, yang mencetak gol pada masa injury time.
Gol tersebut membuat Dowman resmi menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League.
Tambahan tiga poin juga semakin menguntungkan Arsenal karena pesaing terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih kemenangan pada hari yang sama.
Saat ini Arsenal mengoleksi 70 poin dan unggul sembilan angka di puncak klasemen, membuka peluang besar meraih gelar liga pertama sejak musim 2003/2004.
Pertandingan berlangsung cukup ketat sejak awal. Everton mampu bertahan dengan disiplin sehingga Arsenal kesulitan menciptakan gol hingga fase akhir laga.
Kebuntuan akhirnya pecah setelah serangan Arsenal menghasilkan situasi kemelut di depan gawang Everton.
Umpan silang dari sisi kanan yang dilepaskan Max Dowman tidak berhasil diamankan oleh kiper Everton Jordan Pickford. Bola kemudian sempat mengenai pemain Arsenal sebelum jatuh di depan gawang.
Striker Viktor Gyökeres memanfaatkan bola liar tersebut untuk membawa Arsenal unggul 1-0.
Namun momen paling dramatis terjadi pada menit ketujuh masa injury time.
Dowman berhasil merebut bola di lini tengah setelah serangan terakhir Everton gagal. Ia kemudian menggiring bola melewati dua pemain lawan sebelum berlari menuju gawang kosong.
Saat itu Pickford berada jauh dari gawang karena ikut maju membantu serangan terakhir Everton.
Dowman dengan tenang menuntaskan peluang tersebut dan memastikan kemenangan Arsenal.
Pada usia 16 tahun 73 hari, ia resmi menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta memberikan pujian terhadap mentalitas pemain mudanya tersebut.
Menurut Arteta, tidak banyak pemain yang mampu tampil percaya diri di level tertinggi sepak bola dunia pada usia yang sangat muda.
Ia menilai Dowman memiliki karakter yang kuat serta tidak terlihat tertekan ketika tampil di pertandingan penting.
Meski demikian, Arteta menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru memberikan tanggung jawab besar kepada pemain muda tersebut.
Pelatih asal Spanyol itu memilih menikmati momen spesial yang baru saja terjadi sebelum menentukan langkah berikutnya dalam perkembangan karier Dowman.
Rekor yang ditorehkan Max Dowman juga menjadi simbol lahirnya generasi baru di klub London Utara tersebut.
Jika mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim, Arsenal berpeluang besar mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali meraih trofi Liga Inggris. (ant)

