Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi terhadap fasilitas pembelajaran praktik perhotelan SMKN 1 Jombang yang dinilainya memiliki kualitas setara hotel berbintang. Fasilitas tersebut dikenal dengan nama edOTEL, sebuah hotel pendidikan yang digunakan sebagai sarana praktik bagi siswa jurusan perhotelan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Gubernur Khofifah meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang pada Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar sekolah tersebut segera memproses perubahan status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan fasilitas pendidikan dapat lebih optimal.
Menurut Khofifah, keberadaan edOTEL menunjukkan keseriusan sekolah dalam mempersiapkan siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri perhotelan dan pariwisata. Ia menilai fasilitas praktik yang dimiliki sekolah tersebut sudah berada pada level yang sangat baik untuk mendukung pembelajaran vokasi.
“SMKN 1 Jombang sudah waktunya menuju BLUD. Prosesnya memang membutuhkan tahapan serta dukungan anggaran, namun sekolah dengan keseriusan seperti ini perlu mendapatkan penguatan agar dapat berkembang lebih strategis,” ujar Khofifah.
edOTEL SMKN 1 Jombang dilengkapi berbagai fasilitas yang dirancang menyerupai hotel komersial. Di antaranya restoran, 17 kamar penginapan dengan tiga tipe berbeda, ruang pertemuan berkapasitas kecil hingga besar, mushala, galeri, area lobi, serta fasilitas pendukung lainnya.
Selain fasilitas fisik, Khofifah juga mengapresiasi konsep penamaan ruang pertemuan di edOTEL yang menggunakan nama tokoh-tokoh besar bangsa yang berasal dari Jombang, seperti Abdurrahman Wahid, Wahab Chasbullah, dan Wahid Hasyim. Penamaan tersebut dinilai mampu menjadi inspirasi bagi siswa untuk meneladani semangat perjuangan para tokoh nasional.
Dalam agenda yang sama, Gubernur Khofifah juga meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan untuk 51 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Blitar.
Program peningkatan fasilitas pendidikan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp46,8 miliar. Rinciannya meliputi alokasi Rp13,9 miliar untuk 16 sekolah di Kabupaten Jombang, Rp13,3 miliar untuk 14 sekolah di Kabupaten Nganjuk, serta Rp19,5 miliar bagi 21 sekolah di Kabupaten Blitar.
Menurut Khofifah, revitalisasi sarana pendidikan merupakan bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi di Jawa Timur agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas sekolah bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan didukung fasilitas memadai diyakini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus mendukung kinerja guru.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan bahwa revitalisasi sarana pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah.
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh seluruh warga sekolah agar benar-benar mendukung proses pembelajaran yang lebih modern, efektif, dan berkualitas bagi generasi muda Jawa Timur. (tas)

