Surabaya (prapanca.id) – Menjadi ibu pekerja atau working mom merupakan peran yang penuh tantangan sekaligus memberikan kebanggaan tersendiri. Di satu sisi, seorang ibu yang bekerja berusaha memberikan kontribusi terbaik dalam karier profesionalnya. Namun di sisi lain, tanggung jawab terhadap keluarga, anak, dan pasangan tetap harus dijalankan.
Peran ganda tersebut membuat kemampuan manajemen waktu menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh ibu pekerja agar kehidupan pribadi dan pekerjaan tetap berjalan seimbang.
Istilah working mom, sebagaimana dijelaskan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, merujuk pada perempuan yang selain menjalankan peran sebagai istri dan ibu di rumah juga aktif meniti karier sesuai minat dan keahlian yang dimiliki.
Meski demikian, pilihan menjadi ibu pekerja maupun ibu yang fokus mengurus rumah tangga sepenuhnya merupakan keputusan pribadi yang sama-sama memiliki nilai pengorbanan besar bagi keluarga.
Rutinitas seorang ibu pekerja biasanya dimulai sejak pagi hari bahkan sebelum matahari terbit. Selain mempersiapkan diri untuk bekerja, mereka juga sering harus menyiapkan sarapan, memastikan anak siap berangkat sekolah, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga.
Setelah sampai di tempat kerja, fokus harus tertuju pada tanggung jawab profesional yang tidak sedikit. Namun di saat yang sama, pikiran sering kali tetap terhubung dengan urusan keluarga di rumah.
Ketika jam kerja berakhir, aktivitas domestik kembali menanti. Mulai dari memasak, menemani anak belajar, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga. Tanpa strategi pengaturan waktu yang baik, ritme aktivitas seperti ini bisa membuat seseorang merasa kelelahan dan kewalahan.
Karena itu, manajemen waktu yang tepat menjadi kunci agar ibu pekerja dapat menjalani berbagai peran tersebut secara lebih teratur.
Untuk membantu ibu pekerja mengelola waktu secara lebih efektif, sejumlah strategi praktis dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
1. Gunakan Timer Saat Bekerja
Membagi waktu untuk setiap tugas dapat membantu meningkatkan fokus. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah menetapkan durasi tertentu, misalnya 25 hingga 30 menit untuk menyelesaikan satu pekerjaan.
Metode ini membantu mencegah penumpukan tugas sekaligus mengurangi gangguan yang dapat memperlambat pekerjaan.
2. Terapkan Metode Time Blocking
Time blocking adalah teknik manajemen waktu dengan membagi hari ke dalam beberapa blok waktu berdasarkan jenis aktivitas.
Contohnya, satu blok khusus untuk pekerjaan kantor, satu blok untuk aktivitas rumah tangga, dan blok lainnya untuk waktu bersama keluarga. Dengan cara ini, setiap kegiatan memiliki porsi waktu yang jelas.
3. Lakukan Multitasking Secara Efektif
Tidak semua multitasking memberikan hasil maksimal. Namun pada aktivitas tertentu yang bersifat rutin, metode ini dapat membantu menghemat waktu.
Sebagai contoh, mendengarkan audiobook atau podcast saat memasak atau membereskan rumah dapat membuat waktu terasa lebih produktif.
4. Belajar Mengatakan “Tidak”
Sering kali ibu merasa harus memenuhi semua permintaan dari berbagai pihak, baik dari lingkungan kerja maupun kegiatan sosial keluarga.
Padahal, kemampuan untuk mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang kurang prioritas merupakan bagian penting dari manajemen waktu yang sehat.
5. Susun Rencana Mingguan
Meluangkan waktu di awal minggu untuk meninjau kembali jadwal kegiatan dapat membantu ibu pekerja menentukan prioritas dengan lebih jelas.
Rencana mingguan juga memudahkan untuk menyesuaikan kembali tugas yang dianggap kurang relevan serta mempersiapkan aktivitas penting yang akan datang.
6. Jadwalkan Waktu Khusus untuk Keluarga
Walaupun pekerjaan memiliki tuntutan tinggi, waktu berkualitas bersama keluarga tetap menjadi hal yang penting.
Beberapa aktivitas sederhana seperti makan malam bersama, berbincang dengan pasangan, atau membacakan cerita sebelum anak tidur dapat memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
Menetapkan waktu tertentu sebagai zona bebas pekerjaan juga dapat membantu menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan rumah tangga.
Mengatur waktu bagi ibu pekerja tidak hanya berkaitan dengan efisiensi atau produktivitas semata. Lebih dari itu, manajemen waktu merupakan cara untuk memberi ruang bagi berbagai aspek kehidupan yang sama pentingnya.
Mulai dari pekerjaan, keluarga, hingga kesehatan diri sendiri perlu mendapatkan perhatian yang seimbang.
Dengan pengelolaan waktu yang tepat, ibu pekerja dapat menjalani rutinitas harian dengan lebih terorganisir, lebih tenang, dan tetap memiliki waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat. (ant)

