Jakarta (prapanca.id) – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus memperkuat perannya dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II, proyek vital yang bertujuan meningkatkan konektivitas logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Pada proyek ini, WSBP dipercaya untuk menyuplai produk beton precast unggulan berupa Spun Pile, komponen penting untuk fondasi akses pelabuhan.
Hingga Januari 2026, suplai Spun Pile WSBP telah mencapai 522 batang dari total 1.602 batang yang direncanakan, atau sekitar 32,58% progres. Produk ini diproduksi dengan standar mutu tinggi untuk memastikan ketahanan struktur di wilayah pesisir dan menahan beban lalu lintas berat.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menekankan bahwa seluruh proses suplai, mulai dari produksi hingga pengiriman ke lokasi proyek, dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan. Suplai dilakukan dari Precast Plant WSBP di Karawang, Subang, dan fasilitas lainnya untuk memastikan kontinuitas pasokan.
Proyek NPEA Seksi II, yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk, bertujuan mengurangi kepadatan akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang sebelumnya masih bergantung pada New Priok South Access (NPSA). Dengan akses baru di sisi timur, arus logistik diproyeksikan lebih efisien dan terdistribusi merata, mendukung kelancaran kegiatan kepelabuhanan dan distribusi nasional.
Partisipasi WSBP dalam proyek ini memperkuat portofolio perusahaan dalam pembangunan infrastruktur berskala besar sekaligus menunjukkan konsistensi penyediaan beton precast berkualitas tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan jangka panjang.
Selain fokus pada kualitas produk, WSBP mengintegrasikan aspek keberlanjutan melalui program “WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability”. Setiap 10 Spun Pile yang dikirimkan akan diikuti dengan penanaman satu pohon baru. Dari suplai untuk NPEA Seksi II, tercatat akan ditanam 160 pohon, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
Langkah-langkah ini dijalankan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar proyek. (agu)

