Madrid (prapanca.id) – Real Madrid Basketball disebut tengah menyiapkan langkah besar yang berpotensi mengguncang peta basket Eropa. Klub dengan nama global terbesar di dunia olahraga itu dikabarkan akan meninggalkan EuroLeague untuk bergabung dengan proyek NBA Europe yang sedang dirancang oleh National Basketball Association (NBA).
Kabar ini pertama kali mencuat di Spanyol pada Kamis, 22 Januari 2026 waktu setempat. Jika terealisasi, keputusan tersebut bukan sekadar perpindahan kompetisi, melainkan perubahan besar yang dapat menggeser keseimbangan kekuatan basket Eropa.
Mengutip laporan radio COPE, Real Madrid dijadwalkan menjadi bagian dari proyek NBA Europe yang ditargetkan mulai bergulir pada 2027 atau 2028. Klub asal Madrid itu disebut siap mengakhiri keterlibatannya di EuroLeague demi bergabung dengan liga baru yang digagas NBA.
Proyek NBA Europe merupakan inisiatif langsung dari Komisioner NBA, Adam Silver. Kompetisi ini dirancang sebagai liga dengan jangkauan global, mengusung model waralaba, dan diharapkan mampu menjadi kekuatan baru dalam ekosistem basket internasional.
Seiring meningkatnya jumlah pemain Eropa yang bersinar di NBA dalam satu dekade terakhir, NBA Europe diproyeksikan memiliki nilai ekonomi tinggi sejak awal berdiri.
Real Madrid disebut bakal menjadi salah satu dari 12 klub pendiri NBA Europe, meski nama resmi kompetisi tersebut belum diumumkan. Kehadiran Madrid diyakini akan menjadi aset utama bagi liga baru, baik dari sisi komersial maupun daya tarik global.
Sebaliknya, kepergian Real Madrid akan menjadi pukulan berat bagi EuroLeague. Selama ini, Madrid merupakan salah satu klub paling berpengaruh dan konsisten bersaing di level tertinggi basket Eropa.
Nama besar Real Madrid yang identik dengan kesuksesan di sepak bola Eropa juga dinilai mampu menarik perhatian lintas cabang olahraga ke dunia basket.
Selain Real Madrid, perhatian kini tertuju pada Barcelona. Rival abadi Madrid tersebut disebut memiliki klausul tertentu dalam kontraknya dengan EuroLeague yang memungkinkan mereka keluar dan bergabung dengan proyek NBA Europe dalam waktu dekat.
Dari Jerman, Bayern Munich juga masuk radar sebagai kandidat kuat waralaba pendiri. Reputasi dan kekuatan finansial klub ini dianggap sejalan dengan visi NBA dalam membangun liga Eropa berkelas dunia.
NBA juga dikabarkan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan klub-klub Inggris. Manchester City dan Manchester United disebut sempat masuk pembahasan, meski Tottenham Hotspur atau Newcastle United dinilai lebih realistis untuk terlibat pada tahap awal.
Dari Prancis, ASVEL menjadi salah satu klub yang dikaitkan dengan NBA Europe. Klub ini dimiliki oleh mantan bintang NBA, Tony Parker, yang dinilai memiliki jaringan dan pengalaman kuat di kedua dunia basket Eropa dan Amerika.
Sementara itu, dari Italia, AC Milan dilaporkan menunjukkan ketertarikan terhadap proyek NBA Europe. Meski belum ada konfirmasi resmi, sinyal minat tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa liga baru ini akan dihuni klub-klub besar sejak musim perdananya.
Jika rencana tersebut benar-benar terealisasi, NBA Europe berpotensi menghadirkan era baru basket Eropa dengan deretan nama raksasa olahraga sebagai fondasi utama kompetisi. (ant)

