Manchester (prapanca.id) – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, bersiap mencatatkan momen bersejarah dalam karier kepelatihannya. Laga kontra Liverpool di Etihad Stadium pada Minggu mendatang akan menjadi pertandingan ke-1000 yang ia pimpin sepanjang kariernya.
Pelatih asal Catalunya itu pertama kali membesut tim saat menangani Barcelona B 18 tahun silam. Sejak itu, Guardiola dianggap merevolusi sepak bola modern melalui karya besarnya di tiga klub elite Eropa: Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.
Guardiola memimpin pertandingan ke-999 pada Rabu malam, ketika City mengalahkan Borussia Dortmund 4-1 di Liga Champions. Di akhir pekan ini, ia akan bergabung dengan klub eksklusif manajer yang telah memimpin tim senior sebanyak 1000 kali.
Menurut Daily Mail, Guardiola akan diinduksi ke dalam ‘Klub 1000’ League Managers’ Association. Ia menjadi manajer ke-39 pasca-Perang Dunia II yang menerima penghargaan ini, menyusul nama-nama legendaris seperti Sir Alex Ferguson, Brian Clough, dan Sir Matt Busby.
“Meraih 1000 pertandingan dalam kepelatihan adalah sesuatu yang sangat spesial bagi saya,” ujar Guardiola kepada situs resmi Manchester City.
“Saat saya mulai melatih Barcelona B bertahun-tahun lalu, saya tidak pernah membayangkan sekali pun akan mencapai 1000 pertandingan. Anda hanya ingin melakukan pekerjaan dengan baik, memainkan sepak bola dengan cara yang benar, dan lihat apa yang terjadi.”
“Saya sangat beruntung dalam karier karena bekerja untuk tiga klub yang luar biasa. Di Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City, saya mendapat dukungan penuh. Itu memungkinkan saya bekerja tanpa gangguan dan menjadi manajer terbaik yang saya bisa.”
“Saya sangat, sangat bangga dengan karier saya. Trofi yang saya menangkan… jujur, saya tidak pernah membayangkan akan menang begitu sering, tapi semuanya indah. Saya tidak akan mengubah satu momen pun,” tuturnya.
Statistik karier Guardiola sungguh mengesankan. Dalam periode membesut Barcelona B (42 laga), Barcelona (247 laga), Bayern Munich (161 laga), dan Manchester City (549 laga), ia mengantongi tingkat kemenangan 71.57% dengan total 715 kemenangan.
Pelatih berusia 54 tahun itu telah mengoleksi 40 trofi besar, termasuk 18 di antaranya diraih bersama Manchester City. Rata-rata, Guardiola meraih satu trofi setiap 25 pertandingan.
Setelah satu musim melatih Barcelona B, Guardiola dipromosikan dan meraih 14 trofi dalam empat musim, termasuk tiga gelar La Liga, dua Liga Champions, dan tiga Copa del Rey. Puncaknya adalah treble winner pada musim 2008-09.
Di Bayern Munich, Guardiola mengangkat tujuh piala antara 2013 dan 2016, termasuk tiga gelar Bundesliga beruntun. Kini di musim kesepuluhnya bersama City, Guardiola menjadi satu dari hanya tiga manajer sepanjang sejarah, bersama Ferguson dan Mourinho, yang berhasil memenangkan beberapa gelar Liga Premier Inggris.
City di bawah asuhannya menjadi satu-satunya klub yang meraih 100 poin dalam satu musim (2017-18) dan mencatatkan treble bersejarah (Liga Premier, Piala FA, dan Liga Champions) pada musim 2022-23. Pertandingan ke-1000-nya melawan Liverpool menjadi pertemuan yang tepat, mengingat kedua tim telah lama bersaing ketat di puncak klasemen. (agu)

