Surabaya (prapanca.id) – Fenomena haus validasi di media sosial semakin sering dibicarakan seiring berkembangnya era digital. Banyak orang tanpa sadar mencari pengakuan dari orang lain melalui jumlah like, komentar, atau pujian terhadap unggahan mereka.
Secara psikologis, kondisi ini merujuk pada kebutuhan berlebihan untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain agar merasa dihargai atau berharga. Dalam konteks media sosial, perilaku tersebut dapat terlihat dari ketergantungan terhadap respons publik terhadap konten yang diunggah.
Jika tidak disadari, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental seseorang.
Berikut beberapa tanda seseorang mengalami kecenderungan haus validasi di media sosial.
1. Terlalu Sering Mengunggah Konten
Salah satu tanda paling umum adalah kebiasaan mengunggah konten secara berlebihan.
Unggahan tersebut sering kali dilakukan bukan hanya untuk berbagi pengalaman, tetapi lebih untuk menarik perhatian dan mendapatkan respons dari orang lain.
2. Bergantung pada Jumlah Like dan Komentar
Jumlah like atau komentar bisa memengaruhi suasana hati seseorang yang haus validasi.
Ketika unggahan mendapatkan banyak respons positif, rasa percaya diri meningkat. Sebaliknya, jika respons yang diterima sedikit, suasana hati bisa langsung berubah.
3. Selalu Mencari Pengakuan
Tanda lain adalah kebiasaan meminta pendapat atau pujian secara berulang.
Misalnya dengan menuliskan pertanyaan seperti “Bagus tidak?” atau “Menurut kalian bagaimana?” pada unggahan mereka.
Tujuannya adalah memastikan bahwa orang lain memberikan penilaian positif.
4. Takut Mendapatkan Penolakan
Orang yang haus validasi biasanya sangat sensitif terhadap kritik.
Mereka cenderung khawatir terhadap komentar negatif dan berusaha keras menghindari penilaian yang bisa merusak citra diri di media sosial.
5. Cenderung Menghindari Kritik
Selain takut terhadap kritik, mereka juga sering menghindari diskusi yang berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat.
Padahal kritik yang membangun sebenarnya bisa membantu seseorang berkembang.
6. Sulit Mengambil Keputusan
Ketergantungan pada pengakuan orang lain juga dapat membuat seseorang kesulitan mengambil keputusan sendiri.
Pilihan yang diambil sering kali bergantung pada persetujuan orang lain karena kurang percaya diri terhadap penilaian pribadi.
Mengenali tanda-tanda haus validasi di media sosial menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.
Pengakuan dari orang lain memang dapat memberikan rasa senang, namun terlalu bergantung pada penilaian eksternal dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan pada diri sendiri.
Menjaga keseimbangan antara apresiasi dari lingkungan dan penerimaan diri menjadi kunci agar tetap sehat secara mental di tengah derasnya arus interaksi digital saat ini. (ant)

