Surabaya (prapanca.id) – Suasana Lebaran mulai terasa di berbagai daerah, termasuk dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dalam menyiapkan hidangan khas Hari Raya.
Salah satu tradisi yang selalu hadir adalah menyajikan kue kering untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi. Berbagai jenis kue kering pun mulai diburu, baik dibuat sendiri di rumah maupun dibeli dari pelaku usaha.
Kue-kue ini biasanya tersaji dalam toples dan menjadi pelengkap meja tamu selama perayaan Idulfitri.
Nastar, Kue Klasik yang Tak Pernah Absen
Nastar menjadi salah satu kue kering yang paling identik dengan Lebaran. Bentuknya bulat kecil dengan isian selai nanas, serta tekstur lembut di bagian luar.
Rasa manis dan sedikit asam dari selai nanas menjadikan nastar disukai berbagai kalangan. Kue ini juga dikenal sebagai hasil adaptasi dari kue khas Eropa yang kemudian berkembang di Indonesia.
Putri Salju dengan Cita Rasa Lembut
Selain nastar, putri salju juga menjadi favorit saat Lebaran. Kue ini memiliki ciri khas balutan gula halus yang menyerupai salju.
Teksturnya yang lembut dan mudah lumer di mulut membuatnya digemari banyak orang. Biasanya, putri salju berbentuk bulan sabit atau bulat kecil dengan warna pucat yang khas.
Kastengel, Pilihan bagi Pecinta Rasa Gurih
Bagi yang menyukai rasa gurih, kastengel menjadi pilihan utama. Kue kering ini terbuat dari campuran keju dan memiliki tekstur renyah.
Aroma keju yang kuat menjadi daya tarik utama kastengel. Tidak sedikit masyarakat yang menganggap kastengel dan nastar sebagai dua kue wajib yang harus ada saat Lebaran.
Kue Kacang yang Renyah dan Tradisional
Kue kacang juga menjadi salah satu camilan yang banyak dijumpai saat Hari Raya. Bahan utama berupa kacang tanah memberikan rasa gurih yang khas.
Kue ini biasanya dicetak dengan berbagai bentuk, seperti bunga atau hati. Teksturnya renyah di luar namun tetap lembut saat digigit.
Sagu Keju, Lumer di Mulut
Sagu keju dikenal dengan teksturnya yang ringan dan mudah hancur di mulut. Kue ini dibuat dari tepung sagu yang dipadukan dengan keju, menghasilkan rasa gurih dan sedikit manis.
Bentuknya yang unik, seperti bunga kecil atau batang, membuat sagu keju mudah dikenali di antara kue lainnya.
Lidah Kucing, Tipis dan Renyah
Lidah kucing menjadi pelengkap yang tak kalah populer. Kue ini memiliki bentuk tipis dan panjang dengan tekstur renyah.
Rasa manis yang ringan serta tampilannya yang sederhana membuat lidah kucing cocok disajikan sebagai camilan santai saat berkumpul bersama keluarga.
Tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran bukan sekadar soal makanan, tetapi juga bagian dari budaya menyambut tamu dan mempererat hubungan sosial.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, sebagian orang memilih membeli kue dari pelaku UMKM. Hal ini sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Kue kering pun tidak hanya menjadi sajian di rumah, tetapi juga kerap dijadikan hampers untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat.
Dengan beragam pilihan yang tersedia, kue kering tetap menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan saat merayakan Hari Raya Idulfitri. (ant)

