Surabaya (prapanca.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) terus mendorong keterlibatan alumni sebagai bagian penting dalam memperkuat posisi kampus di tingkat global. Hal tersebut disampaikan Rektor UNAIR, Muhammad Madyan, dalam kegiatan Temu Alumni wilayah DKI Jakarta yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Slipi, Minggu (26/4/2026).
Dalam forum tersebut, UNAIR menegaskan bahwa alumni bukan hanya representasi lulusan, tetapi juga menjadi indikator utama kualitas pendidikan di mata dunia kerja dan lembaga pemeringkatan internasional.
Employer Reputation Jadi Kekuatan Utama
Data terbaru dari QS World University Rankings menunjukkan performa positif UNAIR, khususnya pada indikator Employer Reputation. Kampus ini mencatat skor 88,3 dan menempati posisi ke-78 dunia, mencerminkan tingginya kepercayaan industri terhadap lulusan UNAIR.
Rektor UNAIR menilai capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor strategis, baik di dalam maupun luar negeri. Keberhasilan alumni dalam dunia profesional dinilai menjadi faktor penting dalam membangun citra institusi pendidikan tinggi.
Strategi Perluasan Pengaruh Alumni
Meski demikian, UNAIR masih menilai perlunya penguatan strategi untuk menjaga dan meningkatkan capaian tersebut. Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan branding melalui publikasi kisah sukses alumni di berbagai platform media, baik cetak maupun digital.
Selain itu, keterlibatan para pemberi kerja dalam survei reputasi juga menjadi fokus. UNAIR mendorong alumni yang berada di posisi strategis untuk berperan aktif dalam memberikan penilaian terhadap kualitas lulusan.
Pendekatan lain yang dikembangkan adalah mempererat kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Alumni didorong untuk kembali berkontribusi ke kampus, baik sebagai pembicara, konsultan, maupun mentor, guna memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dan kurikulum pendidikan.
Tantangan pada Indikator Employment Outcomes
Di sisi lain, indikator Employment Outcomes (EO) masih menjadi perhatian serius. Meskipun mengalami peningkatan skor dalam beberapa tahun terakhir, capaian tersebut dinilai belum mencerminkan potensi penuh yang dimiliki lulusan UNAIR.
Untuk menjawab tantangan ini, UNAIR menyiapkan sejumlah program strategis berbasis kolaborasi alumni. Salah satunya adalah pembentukan forum pimpinan alumni yang diharapkan mampu memperluas akses jaringan profesional dan membuka peluang karier bagi lulusan baru.
Penguatan Sistem dan Kolaborasi Berkelanjutan
UNAIR juga tengah memperkuat sistem pelacakan alumni atau tracer study yang lebih komprehensif. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai dasar pengembangan riset kolaboratif antara perguruan tinggi dan industri.
Selain itu, pembentukan unit khusus pengembangan alumni menjadi langkah lanjutan dalam memetakan jejaring kerja secara lebih terarah dan strategis. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas hubungan antara kampus dan dunia kerja.
Sinergi Kampus dan Alumni untuk Masa Depan
Melalui forum temu alumni ini, UNAIR menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan lulusannya. Kolaborasi yang terbangun tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa peran alumni tidak berhenti setelah lulus. Sebaliknya, kontribusi mereka menjadi bagian integral dalam perjalanan UNAIR menuju kampus berkelas dunia. (tas)

