Jakarta (prapanca.id) – Universitas Indonesia (UI) menyatakan komitmennya untuk melindungi jurnalis Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) yang dilaporkan mengalami ancaman, intimidasi, penguntitan, hingga penyebaran data pribadi atau doxing. Sikap tersebut disampaikan menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap situasi yang dialami sejumlah anggota pers mahasiswa di lingkungan kampus.
Dalam pernyataan resminya, UI menegaskan bahwa segala bentuk ancaman, intimidasi, perundungan, kekerasan, penguntitan, maupun penyebaran data pribadi tanpa persetujuan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Universitas menempatkan keselamatan mahasiswa dan seluruh sivitas akademika sebagai prioritas utama dalam merespons situasi tersebut.
UI Lakukan Koordinasi dan Siapkan Langkah Perlindungan
Sebagai langkah awal, pihak universitas saat ini tengah mengonsolidasikan berbagai informasi yang berkaitan dengan laporan yang diterima. UI juga melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait untuk memastikan kondisi para pihak yang terdampak serta mengidentifikasi bentuk dukungan yang diperlukan.
Upaya yang dipersiapkan meliputi pengamanan, pendampingan, hingga penyediaan kanal pelaporan bagi mahasiswa yang merasa terancam atau menjadi korban intimidasi. Universitas menyatakan akan mendukung langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau ancaman yang berpotensi membahayakan keselamatan individu.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan lingkungan kampus tetap aman dan kondusif bagi seluruh warga akademik, termasuk mahasiswa yang menjalankan aktivitas jurnalistik melalui organisasi pers kampus.
Kebebasan Pers Mahasiswa Dijamin
Dalam pernyataannya, UI juga menegaskan penghormatan terhadap kebebasan pers mahasiswa, kebebasan akademik, dan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab. Ketiga prinsip tersebut disebut sebagai bagian penting dari kehidupan kampus yang demokratis dan menjadi salah satu fondasi pengembangan budaya intelektual di perguruan tinggi.
Universitas menepis anggapan bahwa pihak kampus memiliki tujuan untuk membatasi atau membungkam aktivitas jurnalistik mahasiswa. Menurut UI, keberadaan pers mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang diskusi, penyampaian informasi, serta penguatan tradisi kritis di lingkungan akademik.
UI juga mengingatkan bahwa pandangan atau produk jurnalistik yang diterbitkan organisasi kemahasiswaan, termasuk pers mahasiswa, tidak secara otomatis merepresentasikan sikap resmi universitas. Namun demikian, perbedaan pandangan yang muncul sebagai respons terhadap suatu publikasi tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, ancaman, perundungan, maupun tindakan kekerasan terhadap pihak mana pun.
Komunikasi dengan SUMA UI Berfokus pada Keselamatan
Terkait publikasi yang diterbitkan SUMA UI dan memicu berbagai respons di ruang publik, UI menjelaskan bahwa komunikasi yang dilakukan dengan pihak redaksi bertujuan memastikan kondisi keselamatan para jurnalis mahasiswa. Selain itu, universitas juga berupaya mendengarkan penjelasan dari redaksi dan menawarkan dukungan perlindungan yang dibutuhkan.
UI menegaskan tetap menghormati independensi SUMA UI sebagai lembaga pers mahasiswa. Oleh karena itu, keputusan editorial terkait isi dan publikasi pemberitaan sepenuhnya berada dalam kewenangan redaksi SUMA UI.
Di tengah berkembangnya perdebatan di ruang publik, universitas mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan sikap yang bertanggung jawab. Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan data pribadi, tidak melakukan ancaman maupun ujaran kebencian, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan warga kampus.
Universitas Indonesia menegaskan bahwa perbedaan pandangan harus disikapi melalui dialog dan argumentasi yang sehat, bukan melalui intimidasi, doxing, perundungan, atau bentuk kekerasan lainnya. UI menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan bagi warga kampus yang terdampak, sembari menyampaikan informasi lanjutan secara proporsional sesuai kebutuhan. (anz)

