Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menghadirkan wisata edukasi pemadam cilik atau Wisdamcil bertajuk “Rumah Om Firman” di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Senin (11/5/2026). Program edukasi gratis tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia PAUD hingga sekolah dasar sebagai sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter sejak dini.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani. Acara tersebut juga dihadiri jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Surabaya serta anak-anak PAUD dari wilayah Kecamatan Krembangan.
Dalam sambutannya, Eri menjelaskan bahwa Rumah Om Firman menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam menyediakan ruang pengembangan diri bagi anak-anak melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan.
Menurutnya, kantor pemerintahan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan publik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal berbagai profesi dan nilai kedisiplinan.
“Anak-anak PAUD maupun SD nantinya bisa belajar langsung di beberapa kantor perangkat daerah, salah satunya di pemadam kebakaran. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga mendapatkan edukasi sejak dini,” ujar Eri.
Ia mengungkapkan, tingginya minat kunjungan pelajar ke DPKP Surabaya menjadi salah satu alasan dibukanya wisata edukasi tersebut secara lebih terstruktur. Dalam setahun terakhir, jumlah permintaan kunjungan edukasi ke DPKP disebut mencapai sekitar 25 ribu peserta.
Karena tingginya antusiasme itu, Pemkot Surabaya kemudian menyiapkan ruang khusus edukasi yang lebih aman dan nyaman untuk anak-anak.
“Karena peminatnya sangat banyak, akhirnya kami buka Rumah Om Firman sebagai wisata edukasi khusus anak-anak. Nama Om Firman sendiri identik dengan fireman atau petugas pemadam kebakaran,” katanya.
Di Rumah Om Firman, peserta diperkenalkan dengan tugas dan tanggung jawab petugas pemadam kebakaran melalui simulasi, permainan edukatif, hingga praktik langsung sederhana terkait penanganan kebakaran.
Anak-anak juga diajarkan berbagai kebiasaan yang berkaitan dengan keselamatan di rumah maupun lingkungan sekitar, seperti pentingnya mencabut colokan listrik yang tidak digunakan, mematikan peralatan elektronik saat ditinggalkan, hingga memberikan prioritas jalan ketika mobil pemadam kebakaran melintas.
Selain itu, peserta mendapatkan pengalaman mengenakan seragam pemadam kebakaran dan mencoba simulasi memadamkan api menggunakan peralatan yang telah dimodifikasi khusus agar aman bagi anak-anak.
“Ketika masuk ke sini, anak-anak akan memakai baju damkar yang sudah kami siapkan. Mereka juga belajar praktik sederhana bagaimana memadamkan api dan mengenali benda-benda yang berpotensi memicu kebakaran,” jelasnya.
Tak hanya itu, anak-anak juga diajak berkeliling menggunakan mobil pemadam kebakaran yang telah direstorasi ulang agar ramah dan aman untuk anak usia dini.
Menurut Eri, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan kesan positif sekaligus menumbuhkan keberanian, disiplin, dan kepedulian sosial sejak kecil.
Pemkot Surabaya juga berencana mengembangkan konsep wisata edukasi serupa di perangkat daerah lainnya. Beberapa profesi yang direncanakan akan diperkenalkan kepada anak-anak antara lain bidang kesehatan hingga keterampilan memasak.
“Nanti kami siapkan juga wisata edukasi terkait profesi kesehatan, seperti dokter dan perawat. Selain itu, ada juga rencana edukasi di bidang memasak bersama perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menilai Rumah Om Firman tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga media pembentukan karakter anak.
Menurutnya, melalui wisata edukasi tersebut anak-anak dapat memahami nilai pengorbanan, kepedulian, dan tanggung jawab yang dimiliki petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.
“Anak-anak bisa belajar bahwa tugas pemadam kebakaran bukan pekerjaan biasa. Ada perjuangan besar dan risiko yang dihadapi demi menyelamatkan masyarakat,” kata Rini.
Ia berharap keberadaan fasilitas edukasi gratis tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh sekolah-sekolah di Surabaya untuk memperkenalkan berbagai profesi kepada anak-anak sejak usia dini.
“Semoga Rumah Om Firman bisa menjadi tempat belajar yang menyenangkan sekaligus membantu membentuk karakter anak-anak Surabaya ke depan,” tuturnya.
Di sisi lain, Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa wisata edukasi tersebut sebenarnya telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Namun sebelumnya kegiatan edukasi masih dilakukan di aula kantor DPKP dengan fasilitas yang terbatas.
Kini, DPKP telah menyediakan ruangan khusus lengkap dengan sarana penunjang edukasi seperti video pembelajaran, alat simulasi pemadaman api, hingga pengenalan perlengkapan petugas pemadam kebakaran.
“Anak-anak diberikan pengenalan profesi pemadam kebakaran, tugas-tugasnya, alat-alat yang digunakan, kemudian diajak bermain edukatif dan berkeliling menggunakan mobil damkar,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh layanan wisata edukasi tersebut diberikan secara gratis dan dibuka setiap hari untuk sekolah PAUD maupun SD yang ingin berkunjung.
Pendaftaran kunjungan dapat dilakukan melalui pengiriman surat resmi ke DPKP Kota Surabaya atau melalui Graha Bunda PAUD Kota Surabaya.
“Semua fasilitas edukasi ini tidak dipungut biaya. Kami ingin anak-anak bisa belajar langsung tentang keselamatan dan profesi pemadam kebakaran dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya. (tas)

