Surabaya (prapanca.id) — Transformasi layanan digital perbankan di Jawa Timur semakin diperkuat melalui peluncuran aplikasi J-Connect versi terbaru oleh Bank Jatim. Inovasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang menilai pembaruan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis digital.
Peluncuran yang digelar di Grand City Surabaya ini menghadirkan 36 fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan transaksi nasabah. Pengembangan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Jatim dalam menjawab perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital.
Menurut Emil Dardak, kehadiran aplikasi mobile banking yang adaptif merupakan kebutuhan mutlak di tengah perkembangan teknologi finansial. Ia melihat peningkatan kualitas layanan digital akan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan jumlah nasabah.
Dengan basis pengguna yang saat ini telah mencapai sekitar satu juta, pemerintah provinsi optimistis jumlah tersebut dapat meningkat hingga dua juta pengguna dalam waktu dekat. Target tersebut dinilai realistis seiring dengan peningkatan fitur serta kepercayaan masyarakat terhadap sistem keamanan aplikasi.
Proses pengembangan J-Connect versi terbaru juga disebut telah melalui tahapan evaluasi ketat dari regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Hal ini memastikan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam implementasi layanan digital.
Selain peningkatan teknologi, pembaruan fitur juga merupakan hasil dari evaluasi kebutuhan nasabah. Masukan pengguna menjadi dasar dalam merancang layanan yang lebih responsif dan kompetitif dibandingkan aplikasi perbankan lainnya di Indonesia.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa J-Connect menjadi bagian penting dari strategi Bank Jatim untuk memperkuat posisinya sebagai bank regional yang unggul.
Pengembangan layanan tidak hanya menyasar pengguna domestik, tetapi juga mulai diperluas ke segmen pekerja migran Indonesia (PMI). Saat ini, aplikasi telah dapat digunakan oleh WNI di Malaysia dan Arab Saudi, dengan rencana ekspansi ke sejumlah negara lain seperti Hong Kong, Taiwan, dan Turki.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan sekaligus mempermudah transaksi lintas negara bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Dengan pendekatan ini, Bank Jatim berupaya menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jatim juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi di Jawa Timur. Layanan digital seperti J-Connect diharapkan mampu memperkuat konektivitas keuangan serta mendorong pertumbuhan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur melalui sistem pembiayaan yang lebih efisien.
Peluncuran versi terbaru J-Connect menjadi indikator bahwa transformasi digital perbankan daerah terus bergerak menuju layanan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. (tas)

