Surabaya (prapanca.id) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempertegas arah kebijakan pendidikan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan peran daerah sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di tingkat nasional.
Dalam peringatan yang digelar di Surabaya, Khofifah menyampaikan bahwa visi menjadikan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pemerataan akses, kualitas pembelajaran, serta dampak nyata bagi masyarakat.
Tema nasional Hardiknas 2026, yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, selaras dengan program unggulan Jawa Timur “Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak”. Sinergi kedua konsep tersebut dinilai menjadi fondasi dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan pemerataan akses pendidikan sebagai prioritas utama. Khofifah menegaskan bahwa tidak boleh ada anak usia sekolah yang tertinggal dari sistem pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan menengah. Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan aktif terhadap anak putus sekolah serta penguatan intervensi bagi keluarga kurang mampu.
Selain itu, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh yang mampu membentuk karakter dan kreativitas peserta didik.
Penguatan karakter juga menjadi fokus melalui implementasi budaya integritas di sekolah. Program ini telah dijalankan di puluhan sekolah dan akan diperluas secara bertahap. Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab ditanamkan sebagai bagian dari pembentukan generasi unggul.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, Pemprov Jatim juga menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah selama proses belajar. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan konsentrasi siswa, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong budaya diskusi yang lebih aktif di dalam kelas.
Di sisi lain, integrasi pendidikan dengan isu lingkungan juga menjadi perhatian. Sekolah didorong untuk menerapkan praktik ramah lingkungan, termasuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran ekologis sejak dini.
Berbagai inovasi pendidikan terus dikembangkan untuk mendukung visi tersebut. Program seperti Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), pengembangan kewirausahaan melalui Double Track SMA, hingga inovasi guru melalui EJIES menjadi bagian dari strategi memperkuat kualitas pendidikan. Selain itu, pengembangan kendaraan listrik di SMK juga menunjukkan adaptasi pendidikan terhadap kebutuhan industri masa depan.
Capaian Jawa Timur di tingkat nasional turut memperkuat posisi tersebut. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sebanyak 29.046 siswa dari Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri. Angka ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa diterima terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pendidikan berdampak harus mampu membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global. Menurutnya, berbagai kebijakan yang diterapkan merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang lebih komprehensif.
Selain itu, Jawa Timur juga mencatatkan prestasi di bidang pendidikan vokasi dengan meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Pemprov Jatim juga mencatat jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang tinggi. Dari puluhan ribu pendaftar, ribuan siswa berhasil lolos melalui jalur SNBP, menunjukkan semakin terbukanya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis inovasi. Dengan strategi tersebut, Jawa Timur optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan di Indonesia.
Momentum Hardiknas 2026 pun menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk mempercepat transformasi pendidikan menuju terwujudnya generasi emas Indonesia 2045. (tas)

