Surabaya (prapanca.id) – Sebanyak 400 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dijadwalkan mengikuti program “MOOC ASN Berintegritas” pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan pembelajaran daring tersebut digelar di Laboratorium Terintegrasi Kampus A. Yani dengan supervisi Tim Kerja Organisasi dan Kepegawaian (OK) UINSA Surabaya.
Program ini merupakan bagian dari pembelajaran mandiri berbasis e-learning yang diselenggarakan Kementerian Agama RI dalam rangka penguatan kompetensi dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ketua Tim Kerja Organisasi dan Kepegawaian UINSA, Nanang Kurniawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI tertanggal 25 April 2026 terkait penjadwalan ulang e-learning ASN.
Menurut Nanang, secara nasional program pembelajaran mandiri ASN ini telah berlangsung sejak awal tahun 2026 dan disesuaikan dengan jadwal masing-masing instansi atau kementerian.
UINSA Masuk Batch Kelima Peserta Nasional
UIN Sunan Ampel Surabaya tercatat masuk dalam batch kelima dari total sekitar 6.500 ASN peserta e-learning yang berasal dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Awalnya, pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026. Namun, jadwal tersebut kemudian mengalami penyesuaian dan dilaksanakan kembali pada 26 Mei 2026.
Nanang menyebut pelaksanaan MOOC ASN Berintegritas menjadi bagian penting dalam pemetaan kompetensi ASN, khususnya di lingkungan UINSA sebagai salah satu satuan kerja di bawah Kementerian Agama RI.
Pihak kampus, kata dia, memiliki kepentingan terhadap hasil pelaksanaan e-learning tersebut karena berkaitan dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas aparatur.
Pelaksanaan Dibagi Tiga Sesi di Delapan Laboratorium
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Tim Organisasi dan Kepegawaian UINSA bekerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD) dalam memastikan kesiapan jaringan internet dan fasilitas teknis lainnya.
Pelaksanaan e-learning dibagi menjadi tiga sesi yang berlangsung di delapan ruang laboratorium. Setiap ruangan juga dilengkapi penanggung jawab yang bertugas membantu peserta selama proses pembelajaran berlangsung.
Skema pelaksanaan secara terpusat tersebut dilakukan guna memastikan seluruh ASN dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal serta meminimalkan kendala teknis selama proses daring berlangsung.
Penguatan Integritas ASN Jadi Fokus Utama
Meski mengusung konsep pembelajaran mandiri, UINSA berharap seluruh ASN yang telah dijadwalkan dapat mengikuti dan menyelesaikan program dengan baik.
Nanang menegaskan, program ini tidak hanya penting bagi pengembangan individu ASN, tetapi juga berdampak terhadap penguatan institusi secara keseluruhan.
Program MOOC ASN Berintegritas sendiri menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat profesionalisme, integritas, serta kompetensi aparatur sipil negara di era transformasi digital pemerintahan. (tas)

