Surabaya (prapanca.id) – PT Persebaya Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas dengan mengundang komunitas Disabilitas Berkarya dalam program “Persebaya Side Pitch Photo Access” saat laga terakhir Liga 1 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/5/2026).
Melalui program tersebut, anak-anak penyandang disabilitas mendapat kesempatan langka untuk turun langsung ke pinggir lapangan dan memotret jalannya pertandingan layaknya fotografer olahraga profesional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan moral sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi penyandang difabel di Surabaya.
Sebanyak lima peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Empat di antaranya merupakan penyandang tuli, yakni Kiking, Mukidi, Pina, dan Jacky. Sementara satu peserta lainnya adalah Omay, penyandang down syndrome. Dengan dukungan kamera yang disediakan pihak klub, mereka tampak antusias mengabadikan berbagai momen pertandingan Persebaya kontra Persik Kediri.
Tidak hanya sesi fotografi, rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan simbolis kepada pemain Persebaya. Award tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan anak-anak disabilitas dari UPTD Kampung Anak Negeri Liponsos Kalijudan.
Jadi Ruang Ekspresi dan Pengembangan Keterampilan
Mentor sekaligus relawan Disabilitas Berkarya, Mamuk Ismuntoro, menilai pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga bagi anak-anak difabel untuk mengembangkan kemampuan visual sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Menurut Mamuk, akses khusus untuk memotret pertandingan sepak bola profesional bukanlah pengalaman yang mudah diperoleh. Karena itu, kegiatan seperti ini dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan keterampilan fotografi dan pengalaman sosial peserta.
Ia menyebut keterlibatan langsung di area pertandingan akan menjadi pengalaman berkesan sekaligus motivasi bagi anak-anak disabilitas untuk terus berkarya tanpa merasa dibatasi kondisi fisik.
Sementara itu, melalui keterangan resminya, PT Persebaya Indonesia menjelaskan bahwa program tersebut digelar untuk menebarkan semangat dan kebahagiaan kepada teman-teman disabilitas. Manajemen klub berharap kegiatan itu dapat menjadi bentuk dukungan nyata agar para penyandang difabel terus percaya diri dalam mengembangkan potensi diri.
Sepak Bola Jadi Medium Inklusivitas Sosial
Kolaborasi antara Persebaya, Disabilitas Berkarya, dan Liponsos Kalijudan memperlihatkan bahwa sepak bola tidak hanya menjadi hiburan olahraga, tetapi juga medium untuk membangun kepedulian sosial dan inklusivitas.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa stadion dan atmosfer sepak bola dapat menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Dukungan terhadap akses kreatif seperti fotografi dan videografi juga membuka peluang baru bagi anak-anak difabel untuk menunjukkan kemampuan mereka di ruang publik.
Sebagai informasi, Disabilitas Berkarya merupakan gerakan sosial yang fokus memberikan akses pendidikan serta pelatihan visual berupa fotografi dan videografi bagi penyandang disabilitas di Surabaya dan sekitarnya. Komunitas ini hadir untuk membantu meningkatkan keterampilan kreatif sekaligus mendorong kemandirian para anggotanya melalui medium visual. (anz)

