Surabaya (prapanca.id) — Fenomena Gaslighting di tempat kerja semakin banyak disadari sebagai salah satu bentuk tekanan psikologis yang dapat merusak kepercayaan diri karyawan.
Perilaku manipulatif ini bisa datang dari berbagai pihak, mulai dari atasan, rekan kerja, hingga klien. Dalam praktiknya, pelaku kerap membuat korban meragukan ingatan, persepsi, bahkan kompetensinya sendiri.
Tak hanya individu, tim kerja juga bisa menjadi target, terutama di lingkungan kerja dengan budaya yang tidak sehat atau sistem yang tidak transparan.
Lantas, bagaimana cara merespons gaslighting di kantor tanpa terjebak dalam permainan psikologis pelaku?
1. Validasi Realitas dengan Dokumentasi
Salah satu cara paling efektif menghadapi gaslighting adalah dengan mendokumentasikan setiap interaksi penting.
Simpan bukti komunikasi seperti email, pesan, atau laporan kerja. Dokumentasi ini akan membantu menjaga objektivitas ketika pelaku mencoba menyangkal fakta.
2. Kenali Pola Perilaku Pelaku
Pelaku gaslighting sering menunjukkan pola tidak konsisten, seperti berkata satu hal tetapi melakukan hal lain.
Dalam banyak kasus, mereka juga memberikan pujian atau sikap baik secara tiba-tiba untuk mempertahankan kendali. Karena itu, penting untuk menilai tindakan, bukan sekadar kata-kata.
3. Jaga Kesehatan Mental
Gaslighting dapat berdampak serius pada kondisi psikologis. Korban sering kali mengalami penurunan rasa percaya diri hingga stres berkepanjangan.
Mencari perspektif dari pihak luar, seperti teman atau profesional, dapat membantu menjaga kewarasan dan sudut pandang yang objektif.
4. Lakukan Konfrontasi Secara Profesional
Jika situasi memungkinkan, korban dapat mengonfrontasi pelaku secara langsung.
Sampaikan fakta secara tenang dan jelas, serta gunakan contoh konkret. Dalam kondisi tertentu, menghadirkan saksi juga dapat menjadi langkah untuk menjaga transparansi.
5. Laporkan Jika Sudah Mengarah ke Pelecehan
Jika perilaku gaslighting sudah mengarah pada serangan personal, diskriminasi, atau pelecehan, maka langkah formal perlu diambil.
Laporkan ke bagian sumber daya manusia (HR) atau manajemen dengan membawa bukti yang telah dikumpulkan.
Fenomena gaslighting tidak bisa dilepaskan dari budaya kerja. Lingkungan yang transparan, komunikatif, dan suportif menjadi faktor penting untuk mencegah praktik ini.
Dengan mengenali pola dan mengambil langkah yang tepat, karyawan dapat melindungi diri sekaligus menjaga profesionalitas di tempat kerja. (ant)

