Surabaya (prapanca.id) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mendorong generasi muda perempuan untuk mengadopsi konsep desain berkelanjutan dalam pengembangan industri fashion dan kriya. Ajakan ini disampaikan saat membuka kegiatan “Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026” di Surabaya.
Acara yang dirangkai dengan talkshow bertema Sustainable Creative Design Integrated Passion ini menjadi bagian dari upaya Dekranasda Jatim dalam memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku utama industri kreatif berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Perkuat Peran Perempuan di Industri Kreatif
Dalam sambutannya, Arumi Bachsin menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan mencari talenta terbaik, tetapi juga membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berdaya saing. Ia mengapresiasi sepuluh finalis terpilih yang berhasil melewati proses kurasi ketat dari puluhan peserta se-Jawa Timur.
Arumi menilai para finalis telah menunjukkan kualitas produk yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga memiliki nilai sosial melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan agar pelaku usaha mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.
Selain itu, Arumi turut berperan sebagai panelis ahli dalam sesi diskusi, di mana ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum kompetisi sebagai sarana memperluas jejaring bisnis dan kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan akademisi dan praktisi, termasuk dari Universitas Ciputra, dinilai memperkaya perspektif peserta dalam mengembangkan produk kreatif.
Inovasi Berbasis Lingkungan dan Pemberdayaan
Sepuluh finalis Kartini Muda menampilkan beragam karya inovatif yang mengedepankan konsep ramah lingkungan. Produk yang dipresentasikan mencerminkan integrasi antara kreativitas, keberlanjutan, dan pemberdayaan komunitas.
Beberapa inovasi yang mencuri perhatian antara lain pemanfaatan limbah plastik menjadi aksesori, penggunaan serat alami seperti serat nanas dalam produk tekstil, hingga pengembangan kain daur ulang. Selain itu, karya berbasis wastra tradisional seperti batik dan tenun juga dikemas dalam desain modern yang relevan dengan pasar masa kini.
Arumi menilai pendekatan tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus menjawab tuntutan pasar global yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Akses Pasar dan Dukungan Nyata
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dekranasda Jatim membuka peluang bagi para finalis untuk terlibat dalam pameran “Batik & Bordir Affairs”. Ajang ini dirancang sebagai platform promosi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pelaku industri besar, sekaligus memperluas akses pasar.
Arumi menegaskan bahwa pameran tersebut menjadi pintu masuk bagi produk lokal Jawa Timur untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha kecil dengan industri besar guna mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.
Sustainable Design sebagai Investasi Masa Depan
Lebih lanjut, Arumi menekankan bahwa konsep sustainable design bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan jangka panjang. Ia menyebut keberlanjutan sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, peran pemerintah melalui Dekranasda tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pengarah kebijakan yang mendorong praktik usaha yang bertanggung jawab. Hal ini mencakup perlindungan terhadap lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian nilai budaya lokal.
Dorong UMKM Berbasis Budaya dan Lingkungan
Dekranasda Jatim terus berupaya memperluas akses bagi pelaku UMKM yang mengedepankan nilai budaya dan keberlanjutan. Dukungan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri kreatif yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan global.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan Arumi Bachsin ke sejumlah booth pameran “Bangga Membumi”. Dalam kesempatan tersebut, ia berinteraksi langsung dengan pelaku usaha dan mengamati berbagai produk kriya yang memanfaatkan bahan daur ulang.
Melalui inisiatif ini, Dekranasda Jatim menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi Kartini Muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. (tas)

