Surabaya (prapanca.id) – Menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang si kecil. Namun, banyak orang tua yang masih merasa bimbang terkait detail teknis perawatan, seperti kapan waktu yang tepat memulai penggunaan pasta gigi hingga takaran yang aman agar tidak tertelan secara berlebihan.
Memahami detail kecil ini sangat krusial, mengingat informasi yang beredar di masyarakat sering kali simpang siur, terutama mengenai penggunaan fluoride.
Penggunaan pasta gigi pada anak ternyata memiliki aturan yang ketat berdasarkan rentang usia mereka. Shiri Greenberg, DMD, selaku Direktur Klinis Kedokteran Gigi Anak di Touro College of Dental Medicine, menjelaskan bahwa pada dasarnya bayi tidak memerlukan pasta gigi hingga berusia sekitar satu tahun.
Setelah menginjak usia satu tahun, pengenalan pasta gigi bisa dimulai dengan jumlah yang sangat minim. Berikut adalah panduan takarannya:
- Usia 1 Tahun: Jumlah pasta gigi sangat kecil (kurang dari sebutir beras).
- Usia 2 Tahun: Takaran dapat ditingkatkan menjadi setara sebutir beras.
- Usia 3 hingga 8 Tahun: Jumlah maksimal yang dianjurkan hanya sebesar kacang polong (pea-sized).
Batasan jumlah ini berkaitan erat dengan kemampuan motorik anak. Menurut Greenberg, anak-anak biasanya baru mahir meludah pada usia 3 atau 4 tahun. Oleh karena itu, dosis kecil berfungsi untuk meminimalkan risiko pasta gigi tertelan, namun tetap efektif karena mengandung bahan aktif untuk membersihkan plak dan melawan bakteri.
Terkait penggunaan fluoride, terdapat sedikit perbedaan rekomendasi antar lembaga kesehatan. American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) menyarankan pengolesan sedikit pasta gigi berfluoride sejak gigi pertama bayi muncul.
Di sisi lain, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) cenderung menyarankan untuk menunggu hingga anak berusia 2 tahun sebelum menggunakan produk berfluoride. Perbedaan ini menekankan pentingnya bagi orang tua untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna menyesuaikan kebutuhan anak, termasuk mempertimbangkan kadar fluoride dalam air minum di lingkungan rumah.
Kapan sebaiknya anak pertama kali dibawa ke dokter gigi? AAPD menetapkan bahwa kunjungan perdana harus dilakukan saat anak berusia 12 bulan.
Greenberg menekankan bahwa kunjungan awal ini bukan sekadar pemeriksaan medis, melainkan kesempatan untuk menerapkan praktik pencegahan dini. Dalam sesi ini, dokter gigi umumnya akan membahas beberapa poin penting:
- Teknik menyikat gigi yang benar bagi balita.
- Evaluasi kebiasaan penggunaan botol susu dan dot (pacifier).
- Panduan nutrisi dan pola makan yang mendukung kesehatan gigi.
- Edukasi mengenai fase tumbuh gigi hingga pencegahan cedera mulut.
Dengan memulai kebiasaan ini sejak dini, orang tua dapat mengurangi risiko penyakit gigi dan mulut yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi yang tepat. (ant)

