Surabaya (prapanca.id) — Nama Winardi Legowo kembali mencuat di panggung apresiasi nasional. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) itu resmi dinobatkan sebagai Tokoh Transformasi Perbankan Daerah oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur pada Kamis malam, 16 April 2026. Penganugerahan berlangsung dalam malam puncak resepsi Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-80 PWI yang digelar meriah di Dyandra Convention Center, Surabaya.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim kepada Winardi di hadapan sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dan Ketua PWI Pusat Akhmad Munir. PWI menilai Winardi layak mendapat pengakuan ini atas kepemimpinannya yang dinilai mampu membawa Bank Jatim bertransformasi secara nyata dan terukur dalam beberapa tahun terakhir.
Dari Digitalisasi Menuju Pertumbuhan Bisnis
Transformasi yang diarsiteki Winardi di tubuh Bank Jatim bukan sekadar perubahan tampilan atau jargon semata. Penerapan teknologi digital secara menyeluruh menjadi tulang punggung akselerasi bisnis perbankan daerah ini, sekaligus menjadi sarana peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh nasabah. Winardi menyebut bahwa keberhasilan ini sejatinya adalah buah dari kerja keras seluruh insan Jatimers yang bahu-membahu menjalankan agenda transformasi berkelanjutan.
Selain membenahi sisi internal, Bank Jatim juga aktif membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap inisiatif transformasi yang dijalankan tidak berhenti pada tataran operasional, tetapi benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara luas.
Aset Tembus Rp 105,8 Triliun, Laba Melonjak 20 Persen Lebih
Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang 2025 menjadi argumen paling kuat bahwa transformasi yang dijalankan Winardi bukan sekadar wacana. Total aset Bank Jatim berhasil menembus angka Rp 105,8 triliun, tumbuh 3,70 persen secara year-on-year (YoY). Komposisi aset tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp 67,2 triliun atau naik 4,98 persen YoY, pengelolaan bisnis treasury, serta pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 1,43 persen YoY.
Namun angka yang paling mencuri perhatian adalah laba bersih Bank Jatim yang melonjak 20,65 persen menjadi Rp 1,54 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini mempertegas posisi Bank Jatim sebagai institusi perbankan daerah yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga gesit beradaptasi di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Penghargaan sebagai Pemacu, Bukan Titik Henti
Winardi menyikapi penghargaan dari PWI Jawa Timur ini bukan sebagai puncak pencapaian, melainkan sebagai bahan bakar untuk terus melaju. Ia berharap momentum ini mendorong Bank Jatim semakin kukuh menjalankan perannya sebagai motor penggerak perekonomian daerah, dengan menghadirkan layanan perbankan yang modern, inklusif, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Winardi juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Pers Nasional dan HUT ke-80 PWI. Ia berharap pers di Jawa Timur terus menjadi kekuatan yang mengarahkan opini publik secara positif dan memperkuat kolaborasi yang produktif antara media, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota.
Wakil Gubernur: Pers dan Pemerintah Harus Saling Menguatkan
Malam penganugerahan itu juga menjadi forum refleksi bagi hubungan antara pers dan pemerintah. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap jurnalisme tetap tinggi justru karena proses verifikasi dan akurasi yang menjadi standar kerja wartawan — sesuatu yang tidak bisa digantikan begitu saja oleh konten media sosial yang bebas hambatan.
Emil menegaskan bahwa kritik dari pers bukan ancaman, melainkan instrumen penting dalam proses perbaikan tata kelola pemerintahan. Oleh sebab itu, hubungan antara pemerintah dan insan pers harus senantiasa dipelihara agar tetap sehat, setara, dan konstruktif — demi kemajuan Jawa Timur yang lebih merata. (tas)

