Surabaya (prapanca.id) – Suasana kreatif dan penuh semangat akan mewarnai kawasan Balai Pemuda pada Sabtu, 11 April 2022. Komunitas Disabilitas Berkarya kembali menghadirkan kegiatan bertajuk #SeruHore (Seru Hore), sebuah agenda fotografi bersama yang melibatkan anak-anak disabilitas untuk mengeksplorasi visual di ruang publik bersejarah Kota Surabaya.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk belajar dan mengekspresikan diri melalui media fotografi. Peserta diajak melakukan sesi hunting foto di area Balai Pemuda, sekaligus mendapatkan pembelajaran dasar teknik fotografi baik menggunakan kamera maupun perangkat ponsel.
Founder Disabilitas Berkarya, Leo Gemati, menjadi penggagas kegiatan ini dengan misi mendorong kesetaraan akses dalam dunia kreatif. Ia menekankan pentingnya membuka peluang bagi anak-anak disabilitas agar dapat mengembangkan potensi mereka tanpa batasan.
Tidak hanya berfokus pada teknik fotografi, kegiatan ini juga menghadirkan unsur edukasi budaya melalui kolaborasi dengan komunitas Kampung Dolanan. Komunitas yang dipimpin oleh Cak Mus ini dikenal aktif melestarikan permainan tradisional Indonesia di Surabaya. Kehadiran mereka dalam acara ini tidak hanya menjadi objek foto, tetapi juga memberikan pengalaman interaktif bagi peserta untuk mengenal nilai-nilai budaya lokal.
Interaksi antara peserta dan komunitas budaya tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif visual sekaligus memperkuat pemahaman akan pentingnya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.
Dukungan dari plazkamera.com turut memperkuat terselenggaranya kegiatan ini, terutama dalam aspek teknis dan penyediaan fasilitas pendukung. Kolaborasi lintas komunitas dan sektor ini menjadi bukti bahwa gerakan inklusivitas dapat diwujudkan melalui kerja bersama.
Melalui #SeruHore, Disabilitas Berkarya ingin menegaskan bahwa kreativitas tidak mengenal batas fisik. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam ruang publik. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyediakan ruang yang ramah dan setara bagi semua kalangan.
Dengan konsep yang menggabungkan kreativitas, edukasi, dan inklusivitas, SeruHore menjadi salah satu contoh nyata bagaimana komunitas dapat berperan aktif dalam membangun lingkungan yang lebih terbuka dan berdaya. (anz)

