Surabaya (prapanca.id) – Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes, menyampaikan apresiasi terhadap kualitas pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) yang dinilainya berkontribusi besar dalam penguatan kapasitas akademik dan profesionalnya di bidang kesehatan.
Momentum tersebut disampaikan bertepatan dengan Wisuda Periode 261 UNAIR yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026). Dalam kesempatan itu, Supriyanto yang baru saja menyelesaikan studinya di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR mengungkapkan bahwa pilihan melanjutkan pendidikan di kampus tersebut didasarkan pada reputasi akademik serta ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten.
Menurutnya, bidang manajemen rumah sakit yang ia tekuni mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan akademik UNAIR, baik dari sisi kurikulum maupun kualitas dosen. Hal ini menjadi faktor penting dalam memperkaya perspektifnya dalam mengelola sistem layanan kesehatan di tingkat nasional.
Lebih jauh, Supriyanto menilai bahwa keberhasilannya menyelesaikan studi tidak terlepas dari ekosistem pendidikan yang kondusif. Ia menekankan bahwa UNAIR mampu menghadirkan suasana belajar yang mendukung, sehingga mahasiswa dapat berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun profesional.
Selain itu, ia juga memberikan penghargaan terhadap peran dosen pembimbing yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam proses pembelajaran. Bimbingan yang diberikan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan arah strategis dalam menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya di sektor kesehatan yang dinamis.
Dalam pandangannya, lulusan UNAIR memiliki keunggulan tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dalam aspek kepemimpinan dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan. Hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi kompleksitas persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Kehadiran Supriyanto dalam prosesi wisuda tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi para wisudawan lainnya. Ia menekankan bahwa pengalaman akademik di UNAIR akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.
Dengan dukungan institusi pendidikan yang kuat, Supriyanto optimistis lulusan UNAIR mampu berkontribusi lebih luas dalam pembangunan sektor kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara dunia akademik dan praktik profesional menjadi kunci dalam menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia. (tas)

