Wonosobo (prapanca.id) – AirNav Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan penerbangan nasional dengan mendorong penggunaan balon udara yang ditambatkan sebagai solusi aman, tanpa menghilangkan nilai tradisi masyarakat di Wonosobo.
Langkah ini diperkuat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Kampung Kasanah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, UMKM, hingga ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.
Upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah masih maraknya penerbangan balon udara liar yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan. AirNav mencatat sejak Idulfitri 1447 Hijriah hingga 28 Maret 2026 terdapat 27 laporan balon udara tak terkendali di sejumlah wilayah Indonesia. Balon-balon tersebut terdeteksi pada berbagai ketinggian, mulai dari 1.500 kaki hingga mencapai ketinggian jelajah pesawat komersial, termasuk di jalur udara strategis seperti Yogyakarta, Kebumen, Pasuruan, hingga rute menuju Bali.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, menekankan bahwa fenomena balon udara liar tidak hanya menjadi persoalan ketertiban, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan penerbangan domestik dan internasional. Ia menyampaikan hal tersebut dalam Festival Balon Udara Wonosobo yang digelar sebagai bagian dari kampanye keselamatan penerbangan.
Menurut Avirianto, tradisi masyarakat menerbangkan balon udara saat Syawalan tetap perlu dilestarikan, namun harus dilakukan dengan cara yang aman. Oleh karena itu, AirNav mendorong agar balon tidak lagi dilepas bebas, melainkan ditambatkan sehingga tidak memasuki jalur penerbangan.
Pendekatan yang dilakukan AirNav mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang udara yang aman tanpa menghilangkan kearifan lokal yang telah berlangsung turun-temurun.
Selain kampanye keselamatan, AirNav juga memperkuat kontribusi sosial melalui Program Kampung Kasanah. Inisiatif ini bertujuan menciptakan dampak berkelanjutan dengan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, sekaligus meningkatkan kapasitas dan daya saing warga secara menyeluruh.
Perusahaan menilai bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem yang sehat, termasuk dalam mendukung kepatuhan terhadap aturan keselamatan penerbangan. Dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan tradisi secara aman, diharapkan kesadaran akan tumbuh secara alami.
Sebagai badan usaha milik negara di bawah Kementerian BUMN, AirNav Indonesia memiliki peran vital sebagai satu-satunya penyedia layanan navigasi penerbangan di Indonesia. Lembaga ini bertanggung jawab memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas udara di wilayah seluas lebih dari 7,7 juta kilometer persegi yang terbagi dalam dua Flight Information Region, yakni Jakarta dan Makassar.
Dengan intensitas pergerakan pesawat yang tinggi, langkah preventif terhadap potensi gangguan seperti balon udara liar menjadi sangat krusial. Melalui kombinasi pendekatan edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, AirNav berharap tercipta keseimbangan antara pelestarian budaya dan keselamatan penerbangan nasional. (agu)

