Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dengan menggelar silaturahmi bersama ratusan pengemudi ojek online (ojol) di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya. Kegiatan ini diikuti sekitar 250 pengemudi dari berbagai wilayah, khususnya Surabaya dan sekitarnya.
Acara yang berlangsung pada Senin (23/3) malam tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta mulai berdatangan sejak petang dan menikmati sajian kuliner dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Momentum ini menjadi ruang kebersamaan bagi para pengemudi ojol untuk beristirahat sejenak dari rutinitas kerja, sekaligus mempererat silaturahmi di momen Lebaran.
Apresiasi untuk Pekerja Sektor Informal
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi terhadap peran pengemudi ojol yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan roda perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa pekerja sektor informal, termasuk ojol, merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial ekonomi.
Pendekatan yang dilakukan terlihat humanis, dengan Gubernur yang berinteraksi langsung dan menyapa para peserta secara personal. Ia juga menekankan bahwa momen Idulfitri merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial dan saling berbagi kebahagiaan.
Selain itu, suasana kebersamaan semakin terasa saat dilakukan perayaan ulang tahun bagi beberapa pengemudi dan anggota keluarga mereka. Momen tersebut menjadi simbol perhatian sekaligus bentuk kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Respon Positif dari Pengemudi Ojol
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Salah satu perwakilan pengemudi ojol wilayah Surabaya–Sidoarjo, Yuliawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman Lebaran yang berbeda dan berkesan.
Ia menilai perhatian yang diberikan pemerintah, khususnya kepada pengemudi perempuan, sangat berarti. Menurutnya, banyak pengemudi perempuan yang berperan sebagai tulang punggung keluarga, sehingga dukungan semacam ini menjadi motivasi tersendiri.
Hal senada juga disampaikan oleh pengemudi asal Sidoarjo, Wiwin Triarini, yang mengaku senang dapat berkumpul bersama rekan-rekan seprofesi sekaligus bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Timur.
Dampak Ekonomi bagi UMKM
Selain berdampak secara sosial, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang yang dilibatkan mengaku mengalami peningkatan penjualan selama acara berlangsung.
Partisipasi UMKM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi lokal, terutama di tengah momentum libur Lebaran yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.
Penyerahan Bantuan di Akhir Acara
Sebagai penutup, Khofifah menyerahkan bantuan berupa uang saku dan paket sembako kepada para pengemudi ojol serta masyarakat yang hadir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja informal.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat serta mendukung keberlangsungan sektor informal sebagai bagian dari perekonomian daerah. (tas)

