Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan terjangkau melalui program Mudik Gratis Lebaran 2026. Sebanyak ribuan warga diberangkatkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dari Surabaya menuju berbagai daerah tujuan di Jawa Timur.
Program tahunan ini tidak hanya menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa beban biaya tinggi, tetapi juga menjadi strategi pemerintah dalam mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan selama arus mudik. Khofifah menegaskan bahwa mudik memiliki nilai lebih dari sekadar perjalanan, melainkan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan.
Pemprov Jatim menyediakan berbagai moda transportasi dalam program ini, mulai dari bus antar kota, angkutan sepeda motor menggunakan truk, hingga kapal laut untuk wilayah kepulauan. Bahkan, layanan khusus juga disiapkan bagi warga Jawa Timur yang merantau di Jakarta agar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Untuk moda darat, ratusan armada bus disiapkan guna melayani puluhan rute ke berbagai kabupaten dan kota. Setiap armada dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada penumpang, sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama perjalanan.
Salah satu inovasi yang dihadirkan pada tahun ini adalah pemasangan sistem Global Positioning System (GPS) pada seluruh armada bus. Teknologi ini memungkinkan keluarga pemudik untuk memantau posisi kendaraan secara real-time melalui aplikasi yang telah disediakan pemerintah daerah, sehingga memberikan rasa aman dan kepastian waktu kedatangan.
Selain fokus pada keselamatan, program mudik gratis ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dengan adanya fasilitas transportasi tanpa biaya, masyarakat dapat mengalokasikan dana perjalanan untuk kebutuhan lain selama perayaan Idulfitri di kampung halaman.
Upaya peningkatan keselamatan juga diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pendukung, seperti palang pintu dan pos jaga di perlintasan kereta api. Atas inisiatif tersebut, Gubernur Khofifah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa pembangunan fasilitas keselamatan perlintasan terbanyak.
Sebagai penutup, Khofifah mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi aturan selama perjalanan. Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip kesiapan dalam mudik, mulai dari kesiapan kendaraan, pengemudi, aturan, hingga doa, agar perjalanan berlangsung lancar dan selamat hingga tujuan. (tas)

