Surabaya (prapanca.id) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung lokasi banjir yang merendam ruas Jalan Raya Simo–Sungelebak di Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Sabtu (14/3/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan upaya penanganan banjir berjalan secara terpadu serta mempercepat solusi guna mengurangi dampak terhadap aktivitas warga.
Dalam kunjungan tersebut, Emil didampingi oleh Yuhronur Efendi serta sejumlah perangkat teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah setempat. Koordinasi juga melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan aliran sungai di kawasan tersebut.
Berdasarkan data hingga Maret 2026, banjir yang terjadi di wilayah Karanggeneng dipicu oleh beberapa faktor sekaligus. Di antaranya adalah meluapnya Bengawan Jero, tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, serta kondisi topografi wilayah yang relatif rendah sehingga air mudah menggenang.
Selain itu, sistem drainase yang ada dinilai belum mampu mengalirkan air secara optimal ketika terjadi peningkatan debit air. Kondisi tersebut semakin kompleks karena sebagian besar wilayah Lamongan didominasi area tambak dan persawahan yang cenderung menahan aliran air.
Menurut Emil, berbagai langkah penanganan sebenarnya telah dilakukan sebelumnya, seperti normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa air, serta pengelolaan pintu air. Upaya tersebut bahkan sempat memberikan hasil positif selama beberapa tahun terakhir.
“Berbagai langkah sebenarnya sudah dilakukan, termasuk normalisasi sungai dan penambahan pompa di titik-titik Bengawan Jero. Beberapa tahun terakhir sempat efektif dan kondisi relatif baik. Namun tahun ini banjir kembali terjadi,” ujarnya.
Emil menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa mengabaikan keluhan masyarakat yang terdampak banjir. Oleh karena itu, evaluasi terhadap sistem penanganan dilakukan agar solusi yang diambil lebih tepat sasaran.
Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah optimalisasi operasional pompa air di sejumlah titik genangan. Pemerintah juga menambah jumlah pompa yang dioperasikan untuk mempercepat proses penyedotan air.
Selain itu, tim teknis juga memasang tanggul darurat menggunakan karung pasir sepanjang sekitar 160 meter di lokasi yang merupakan cekungan rendah. Tanggul tersebut berfungsi menahan aliran air agar tidak meluas ke badan jalan yang menjadi jalur transportasi masyarakat.
Air yang tertahan kemudian dipompa keluar menggunakan pompa apung yang dirancang dapat bekerja di atas permukaan air sehingga lebih efektif dalam kondisi genangan.
Emil menjelaskan bahwa perkembangan di lapangan menunjukkan hasil yang cukup baik. Ketinggian genangan air yang sebelumnya merendam ruas jalan mulai menunjukkan penurunan secara bertahap.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga membuka kemungkinan penerapan langkah mitigasi tambahan seperti operasi modifikasi cuaca apabila kondisi cuaca masih berpotensi memperparah banjir.
Menurut Emil, koordinasi terkait langkah tersebut telah dilakukan bersama Khofifah Indar Parawansa serta pemerintah daerah setempat.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan koordinasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta BBWS Bengawan Solo dalam penanganan banjir di wilayahnya.
Ia optimistis berbagai langkah yang telah dilakukan secara bertahap akan mampu mengurangi dampak banjir bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga berharap kondisi banjir di Lamongan dapat semakin membaik menjelang perayaan Idulfitri tahun ini sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. (tas)

