Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginisiasi program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai strategi percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura. Peluncuran program tersebut dirangkai dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura, yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Selasa (3/3).
Khofifah menegaskan, program ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan. Ia menyebut indikator kemajuan daerah saat ini diukur melalui parameter global seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan.
Program MAMA MAU NAIK KELAS diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan jumlah lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri (PTN). Pemprov Jatim menyiapkan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), melakukan pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta memperkuat kesiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Selain itu, asesmen dan try out UTBK-SNBT akan dilaksanakan secara berkala disertai analisis hasil untuk meningkatkan peluang kelulusan siswa. Khofifah juga menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu menggandakan jumlah siswa diterima di PTN dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan mutu akademik, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp47.831.355.253 untuk revitalisasi 60 satuan pendidikan di empat kabupaten. Rinciannya meliputi 16 sekolah di Bangkalan, 15 sekolah di Sampang, 13 sekolah di Pamekasan, dan 16 sekolah di Sumenep. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, serta keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera masing-masing Rp1 juta, serta bantuan 20 unit komputer untuk SMKN 2 Sampang guna memperkuat pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paiwai, menegaskan bahwa revitalisasi dilakukan untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antara wilayah kepulauan dan daratan. Ia menambahkan, akselerasi akademik melalui program ini diharapkan mampu meningkatkan persentase siswa Madura yang lolos ke PTN melalui jalur SNBP maupun SNBT.
Pemprov Jatim menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat agar transformasi pendidikan di Madura berjalan optimal dan berkelanjutan. (tas)

