Surabaya (prapanca.id) – Peran dokter hewan dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat dinilai belum sepenuhnya terakomodasi dalam proses perumusan kebijakan nasional. Padahal, profesi ini memiliki irisan langsung dengan isu kesehatan hewan, keamanan pangan, hingga pengawasan produk hewani. Hal tersebut menjadi perhatian Dr drh Muhammad Munawaroh MM, alumni Program Doktor Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga.
Munawaroh, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) periode 2022–2026, menilai penguatan profesi dokter hewan harus dimulai dari pembenahan organisasi. Menurutnya, organisasi profesi yang solid menjadi fondasi penting untuk memperluas kontribusi dokter hewan dalam ranah kebijakan publik.
Lulusan dokter hewan tahun 1991 itu mengawali kiprahnya sebagai praktisi sekaligus pelaku usaha di bidang kesehatan hewan. Pengalaman di lapangan membuatnya memahami tantangan yang dihadapi dokter hewan, termasuk keterbatasan ruang partisipasi dalam penyusunan regulasi terkait kesehatan hewan dan keamanan pangan.
Ia kemudian aktif di PDHI dan sempat memimpin PDHI Jawa Barat V yang meliputi Bekasi dan Karawang. Pengalaman tersebut menjadi pijakan sebelum dipercaya memimpin PB PDHI periode 2018–2022 dan kembali terpilih untuk periode kedua.
Pada masa kepemimpinannya di tingkat nasional, Munawaroh menghadapi tantangan internal organisasi yang menuntut pembenahan tata kelola. Ia mendorong digitalisasi administrasi keanggotaan serta penerapan sistem keuangan berbasis aplikasi guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat kepercayaan anggota sekaligus meningkatkan profesionalisme organisasi.
Latar belakangnya sebagai Magister Manajemen Keuangan turut memengaruhi pendekatan manajerial yang diterapkannya. Ia menekankan pentingnya sistem yang jelas dan terbuka agar organisasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Hasilnya, jumlah anggota PDHI meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan terhadap organisasi profesi tersebut.
Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Munawaroh memberi perhatian pada regenerasi dan peningkatan kapasitas dokter hewan muda. Ia mendorong PDHI menjadi ruang pengembangan kompetensi sekaligus perlindungan profesi, bukan sekadar organisasi administratif.
Di tengah kesibukannya memimpin organisasi nasional, Munawaroh menuntaskan pendidikan doktor di FKH UNAIR pada 2021 dan meraih predikat lulusan terbaik. Ia menilai pendidikan lanjutan penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat kontribusi profesi dokter hewan bagi masyarakat.
Baginya, dokter hewan memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan hewan dan menjamin keamanan pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal. Penguatan organisasi profesi diharapkan mampu memperbesar peran tersebut dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesehatan publik secara menyeluruh. (tas)

