Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menggelar rapat kesiapan Angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2/2026). Rapat ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, lancar, serta selamat.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, Jawa Timur diproyeksikan menjadi tujuan mudik tertinggi kedua secara nasional setelah Jawa Tengah. Diperkirakan sebanyak 27,29 juta orang atau 17,3 persen dari total pergerakan nasional akan menuju Jawa Timur. Sementara itu, pergerakan penumpang angkutan umum di Jatim pada 2026 diprediksi meningkat dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang atau naik 5,19 persen.
Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim telah melakukan koordinasi teknis lintas sektor untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik. Kesiapan mencakup moda darat, laut, udara, kereta api, hingga jalan tol, termasuk optimalisasi pos pengamanan, rest area, serta titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Ia juga menyoroti pentingnya respons cepat dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, dengan dukungan Puskesmas 24 jam yang terhubung dengan rumah sakit rujukan. Selain itu, kolaborasi antara BPBD dan BMKG diperkuat untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada musim hujan.
Dalam rapat tersebut, dibahas pula pembukaan fungsional Tol Kraksaan–Gending untuk mendukung arus mudik ke wilayah timur Jatim. Khofifah meminta dukungan penyediaan SPBU portable guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur tersebut.
Khusus transportasi laut, perhatian diberikan pada Pelabuhan Ketapang yang akan beririsan dengan perayaan Nyepi. Penutupan sementara pada 18–20 Maret 2026 diantisipasi dengan skema rekayasa arus. Pemprov Jatim juga mengusulkan tambahan armada kapal pada rute Jangkar–Kepulauan Sumenep guna mengatasi potensi kepadatan.
Sebagai bagian dari kesiapan, Pemprov Jatim menyiagakan 6.637 armada bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip. Sebanyak 8.991 personel gabungan dari dinas perhubungan, operator transportasi, dan instansi terkait juga disiagakan.
Menhub Dudy Purwagandhi mengapresiasi kesiapan Jawa Timur dan menyebut Posko Lebaran 2026 akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026. Ia memastikan pemerintah pusat siap mendukung kebutuhan tambahan armada demi kelancaran arus mudik dan balik.
Khofifah berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama momentum Lebaran 2026. (tas)

